JAKARTA, DISWAY.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin anjlok per Rabu, 19 Mei 2026.
Nilai rupiah diperkirakan bergerak secara flultuatif namun cenderung melemah kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 dolar AS.
Mengutip dari Tradingviews, nilai rupiah semakin melemah 0,22 persen ke level Rp17.700 pada hari Selasa, 19 Mei 2026.
BACA JUGA:Prabowo: Jangan Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Negara Lain
Adapun melemahnua nilai rupiah disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya.
Pasar ekuitas domestik masih mengalami tekanan akibat aksi jual investor, sehingga membatasi ruang penguatan mata uang Garuda.
Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan besok.
Bank sentral diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) guna menjaga stabilitas rupiah dan meredam tekanan di pasar keuangan.
Pasar ekuitas domestik masih berada dalam tekanan akibat aksi jual yang dilakukan investor, sehingga membatasi peluang penguatan rupiah.
BACA JUGA:IHSG Kebakaran di Sela-Sela Pidato Presiden Prabowo di DPR, Anjlok dari Hijau ke Merah
Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan besok.
Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan di pasar keuangan.
Selain nilai tukar rupiaj yang melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut anjlom di zona merah sesi I penutupan siang ini.
Diketahui IHSG melemah ke zona melemah di level 6.300an siang ini.
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan APBN 2027 Bukan Sekadar Dokumen Keuangan, Tapi Alat Sejahterakan Rakyat