Pidato Prabowo Belum Dongkrak IHSG Hari Ini, Masih Melemah 6.330 saat Penutupan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi ditutup dengan terkoreksi sebanyak 40,10 poin atau sebesar 0,63 persen ke level 6.330,58.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Pidato Presiden Prabowo Subianto belum bisa memberikan kepercayaan pada pasar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) resmi ditutup dengan terkoreksi sebanyak 40,10 poin atau sebesar 0,63 persen ke level 6.330,58.
Seperti diketahui Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tentang ekonomi RI di Rapat Paripurna Ke-19 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.
BACA JUGA:IHSG Kebakaran di Sela-Sela Pidato Presiden Prabowo di DPR, Anjlok dari Hijau ke Merah
Namun pergerakan di lantai bursa belum berpengaruh.
Level itu sendiri diketahui sedikit lebih rendah apabila dibandingkan dengan jumlah pada penutupan sesi I perdagangan siang ini, yang ditutup dengan menurun sebanyak 39,61 poin atau sebesar 0,62 persen ke level 6.331,07.
Di sisi lain, pelemahan serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga ikut turun mendekati penutupan.
BACA JUGA:Komisi XI Tegaskan Pembacaan KEM-PPKF Prabowo Tak Terkait Pelemahan Rupiah dan IHSG
Dalam hal ini, Indeks LQ45 terkoreksi sebanyak 4,14 poin, atau turun sebesar 0,65 persen ke level 630,68.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahw keputusan menaikkan BI-Rate ini diambil sebagai upaya BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah-tengah gejolak konflik di Timur Tengah.
"Kenaikan ini adalah langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027," jelas Perry dalam penuturannya.
BACA JUGA:Komisi XI Tegaskan Pembacaan KEM-PPKF Prabowo Tak Terkait Pelemahan Rupiah dan IHSG
Dalam rapat tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bahwa BI juga turut menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen.
Kebijakan ini sendiri juga didukung oleh penguatan strategi struktur suku bunga instrumen operasi moneter dengan kenaikan suku bunga SRBI seperti di atas sebagai bagian dari stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: