JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah menargetkan angka pengangguran terbuka turun menjadi 4,30 hingga 4,87% pada 2027 mendatang.
Dimana, angka tersebut lebih rendah dibanding target sebelumnya sebesar 4,44 hingga 4,96 persen.
BACA JUGA:Puan: RAPBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat di Tengah Eskalasi Global
“Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentang 4,30 hingga 4,87 persen,” kata Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan rasio Gini atau tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat membaik ke kisaran 0,362 hingga 0,367 dari sebelumnya 0,377 hingga 0,380.
“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” ujarnya.
Dalam bidang pembangunan manusia, pemerintah menargetkan indeks modal manusia meningkat menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570 melalui berbagai program prioritas di sektor sumber daya manusia.
BACA JUGA:Turunkan Target Kemiskinan, Prabowo: Jarak Terkaya dan Termiskin Tak Boleh Semakin Lebar
Sementara di sektor pertanian, indeks kesejahteraan petani ditargetkan naik menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731.
Tak hanya itu, pemerintah menargetkan pembukaan lapangan kerja dalam jumlah besar guna meningkatkan proporsi pekerjaan formal di Indonesia.
“Ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen di tahun 2027, dari sebelumnya 35,00 persen di tahun 2026,” jelasnya.