BACA JUGA:Purbaya Klarifikasi Omongan Prabowo soal Rakyat Desa Gak Pakai Dolar: Untuk Menghibur Aja
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat transparansi dalam transaksi ekspor komoditas sumber daya alam.
"Kami sudah membentuk satu badan bernama tadi sudah disampaikan Pak Menko PT Danantara Sumber Daya Indonesia yang di mana kami ingin menekankan kepada transparansi transaksi," ucap Rosan.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah melihat praktik underinvoicing dan overpricing pada komoditas ekspor Indonesia.
Rosan menilai langkah tersebut diperlukan untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas nasional dengan mengedepankan prinsip transparansi dan good governance.