JAKARTA, DISWAY.ID – Jutaan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Jerman masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan logistik, mulai dari layanan pengiriman yang dinilai kurang fleksibel, tingginya biaya operasional, hingga keterbatasan akses terhadap layanan on-demand yang transparan dan mudah dilacak.
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan akan solusi pengiriman yang lebih cepat, praktis, dan dapat menyesuaikan dinamika operasional bisnis sehari-hari.
Di tengah kebutuhan tersebut, layanan pengiriman berbasis on-demand mulai dilirik sebagai alternatif untuk membantu pelaku usaha mengatur kapasitas distribusi secara lebih fleksibel tanpa harus mengelola armada sendiri.
BACA JUGA:Gebrakan Rudy Susmanto di Bogor, Kawasan Publik Ditata, PKL dan UKM Naik Kelas
Lalamove, platform pengiriman on-demand terkemuka, secara resmi memulai operasinya di Jerman, menandai tonggak penting dalam ekspansi perusahaan di kawasan EMEA (Europe, the Middle East, and Africa) .
Berawal dari wilayah metropolitan Berlin, Lalamove menghadirkan layanan logistik on-demand yang cepat, praktis, dan terjangkau bagi pelaku usaha maupun konsumen di Jerman, sekaligus membantu menjawab berbagai tantangan operasional sehari-hari, khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM).
Didirikan di Hong Kong pada tahun 2013, Lalamove kini telah hadir di 17 pasar di Asia, Amerika, dan EMEA.
BACA JUGA:Omzet Toko Kelontong Tumbuh 27,5 Persen, Pemprov DKI Dukung UMKM Naik Kelas Bersama Program SRC
Logistik Fleksibel yang Sesuai Cara Kerja UKM
UKM di Jerman masih menghadapi berbagai tantangan logistik, mulai dari layanan yang kurang fleksibel, biaya operasional yang tinggi, hingga keterbatasan akses terhadap layanan pengiriman on-demand yang transparan dan mudah dilacak tanpa harus terikat kontrak jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lalamove menghadirkan model pengiriman on-demand yang memungkinkan bisnis menyesuaikan kapasitas pengiriman secara lebih fleksibel tanpa perlu menanggung biaya tetap untuk pengelolaan armada sendiri.
Layanan Lalamove tersedia 24/7 dengan fitur pemesanan instan serta penjadwalan hingga 30 hari ke depan, sehingga membantu bisnis di Berlin mengatur kebutuhan pengiriman rutin sekaligus tetap responsif terhadap permintaan yang mendadak.
BACA JUGA:PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM melalui SAPA UMKM
Beragam pelaku usaha lokal telah memanfaatkan layanan ini, mulai dari toko makanan beku untuk hewan peliharaan, bengkel sepeda, universitas dan lembaga riset yang mengirim dokumen penting, hingga perusahaan katering, dengan sejumlah pelanggan menggunakan layanan pengiriman setiap hari.
Salah satu contohnya adalah toko bunga di Berlin yang sebelumnya mengelola pengiriman secara mandiri.
Kini, toko tersebut dapat menyediakan layanan antar yang lebih konsisten dengan memesan mitra pengemudi melalui aplikasi Lalamove, sehingga staf dapat lebih fokus melayani pelanggan di toko, terutama saat periode permintaan tinggi seperti Hari Valentine dan Hari Ibu.