Ia menegaskan, evaluasi harian dilakukan setiap yang ditunjukan kepada seluruh pejabat penanggung jawab proyek wajib melaporkan perkembangan di masing-masing titik pembangunan.
Ia mengaku, ada beberapa daerah dengan progres pembangunan terendah, yakni Singkawang, Cilacap, Dharmasraya, Lombok Utara, dan Lombok Barat.
Meski demikian, ia memastikan sebagian besar kendala teknis sudah berhasil diatasi.
BACA JUGA:Kejagung Serahkan Uang Rp 10,2 Triliun Dihadapan Presiden Prabowo hingga Menteri Purbaya
"Sebenarnya kendala secara teknis sudah, saya boleh disampaikan 70 persen kami sudah bisa selesaikan," katanya.
Mengacu itu, beberapa daerah justru mencatat progres pembangunan tinggi, seperti Sragen, Semarang, Bengkulu, dan Medan.
"Jadi, kalau lihat dari progres strategis, hampir 60 persen kami selesai. Saya yakin bahwa bulan Juni 2026 itu minimum, saya yakin bisa mengatakan sekolah rakyat itu bisa selesai," ujar Dody.
Dari segi kualitas bangunan. Ia menegaskan tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target waktu penyelesaian.
"Saya paling anti mengorbankan kualitas paling anti apapun yang terjadi, sekolah ini harus bertahan lebih dari 20 tahun," tutupnya.