JAKARTA, DISWAY.ID - Pendakwah kharismatik Buya Yahya menjelaskan tentang keutamaan puasa Arafah yang memiliki keistimewaan luar biasa bagi umat Muslim, khususnya bagi mereka yang belum memiliki kesempatan menjalankan ibadah haji dan wukuf di Padang Arafah.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan besarnya pahala puasa Arafah.
Ketika Nabi Muhammad SAW ditanya mengenai puasa di hari Arafah, beliau menjawab bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa setahun yang telah lalu dan dosa setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keimanan.
Menurut Buya Yahya, keutamaan tersebut menjadi bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Islam yang belum bisa hadir langsung di Tanah Suci.
“Allah Maha Kasih. Ini bagian bagi kita yang saat ini belum bisa wukuf di Arafah, tetapi kita masih bisa berpuasa Arafah,” ujar Buya Yahya, dikutip dari video di kanal YouTube pribadinya, Al-Bahjah TV.
BACA JUGA:Hukum Menjual Daging Kurban Idul Adha 2026, Pandangan Buya Yahya dan Fatwa Ulama
Ia juga mengajak umat Muslim untuk tetap bersyukur dan berharap suatu hari nanti dapat merasakan langsung suasana wukuf di Padang Arafah.
Bahkan bagi yang belum sempat berpuasa Arafah tahun ini, Buya Yahya mendoakan agar diberikan umur panjang sehingga dapat menjalankannya di tahun berikutnya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa Hari Arafah menjadi momentum penting untuk menunjukkan kerinduan seorang hamba kepada Allah SWT dan keinginan kuat untuk bisa beribadah haji.
Menurutnya, tradisi berkumpul pada Hari Arafah sambil berzikir dan berdoa juga pernah dilakukan oleh para ulama terdahulu, termasuk Sayyidina Abdullah bin Abbas.
“Di hari Arafah orang-orang berkumpul, membaca zikir dan doa-doa mulia sambil menunggu waktu berbuka puasa,” jelasnya.
BACA JUGA:Apakah Boleh Puasa Tarwiyah Tapi Tidak Puasa Arafah? Penjelasan Buya Yahya dan Hukumnya
Ia menambahkan, umat Muslim tidak perlu bingung dengan perbedaan pendapat mengenai penentuan Hari Arafah.
Buya Yahya menegaskan bahwa bagi umat Islam di berbagai daerah, puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah sebelum Hari Raya Idul Adha.
Dalam ceramah tersebut, Buya Yahya juga menggambarkan suasana wukuf di Padang Arafah yang penuh haru dan kekhusyukan.