JAKARTA, DISWAY.ID - Melimpahnya daging kurban saat Iduladha kerap membuat seluruh bagian tidak dapat langsung diolah dalam satu waktu.
Karena itu, penanganan dan penyimpanan yang tepat menjadi hal penting untuk menjaga kualitas serta keamanan daging kurban.
Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, membagikan sejumlah panduan dalam menyimpan dan mengolah daging kurban secara benar.
BACA JUGA:Bedah 'Jeroan' Kamera Oppo Find X9 Pro, Sepadan dengan Harganya?
“Ada beberapa langkah penanganan awal pada daging kurban yang baru diterima sebelum diolah ataupun disimpan,” jelasnya.
Dr Tuti menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan daging dan jeroan.
Selanjutnya, daging dan jeroan dicuci menggunakan air bersih, terutama apabila terdapat kotoran seperti tanah, pasir, kerikil, maupun rumput yang menempel.
BACA JUGA:Hati-Hati! Mencampur Daging Kurban dan Jeroan Bisa Bikin Keracunan, Simak 7 Tips Aman
“Setelah dicuci, daging perlu ditiriskan hingga tidak ada lagi air yang menetes di permukaannya. Daging kemudian dikemas sesuai kebutuhan, misalnya per 250 gram atau 500 gram, menggunakan plastik transparan yang tidak berbau. Sementara itu, jeroan sebaiknya sudah dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku,” tuturnya.
Lanjutnya, daging kurban dapat langsung diolah, disimpan dalam suhu dingin di kulkas (refrigerator), maupun dibekukan di freezer.
Terkait penyimpanan di kulkas, Dr Tuti menyarankan agar daging disimpan dalam kondisi beku di freezer dan dikemas berdasarkan porsi kebutuhan sajian.
“Olahan daging dapat disimpan beku dalam kemasan sesuai porsi per sajian keluarga dan sebelum disajikan. Sebelum dimasak, daging beku harus di-thawing dengan cara yang benar dan dipanaskan,” ungkap dosen Fakultas Peternakan IPB University tersebut.
BACA JUGA:8 Ekor Kambing di Depok Hilang Misterius, Hanya Tersisa Jeroan di Dalam Kandang
Ia menerangkan, proses thawing atau penyegaran kembali dapat dilakukan di dalam kulkas.
Cara lain yang dapat dilakukan adalah merendam daging dalam air dingin tanpa membuka kemasannya, meletakkannya di papan besi khusus yang higienis, atau menggunakan microwave.