Jeruk Keprok
--
Awalnya banyak yang mencela mengapa polisi menyerahkan perkara Febrie Adriansyah ke kejaksaan agung. Ini, kata Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, bukan hanya seperti "jeruk makan jeruk", tapi "jeruk keprok makan jeruk Bali".
Boyamin memang punya satu pohon jeruk Bali di belakang rumahnya di pelosok desa di Ponorogo. Besar buahnya hampir seukuran bola Piala Dunia. Sedang ukuran jeruk keprok Anda sudah tahu: sebesar genggaman tangan Anda.
Pelimpahan itu juga dinilai terlalu cepat. Saking cepatnya sampai Febrie sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelum pernah diperiksa sebagai saksi. Itu bisa bertentangan dengan KUHAP yang baru, yang mulai berlaku 1 Januari 2026. Ini bisa jadi peluang bagi Febrie untuk membatalkan status tersangkanya kelak di praperadilan.
Mungkin penetapan tersangka yang sangat cepat itu dimaksudkan sebagai "pengunci": agar Kejagung tidak punya peluang melakukan permainan di perkara ini. Mungkin juga sebenarnya polisi sudah pernah memeriksa Febrie, hanya saja tidak pernah dipublikasikan.
Yang jelas barang buktinya begitu banyak. Mulai sidol sampai amdol. Tentu juga ada si Rupi'ahnya. Belum lagi emas batangannya. Yang batang-batangan itu lebih besar dari yang di puncak tugu monas.
Sayang tidak ada berita detail: itu emas berkode atau emas yang masih polos –biasanya tampungan dari tambang emas ilegal. Ini penting agar tidak terjadi tukar-menukar barang bukti.
Saya masih sulit menghitung berapa total nilai uang dan emas yang ditemukan di Kafe dan di salah satu rumah Febrie. Nilai matematika saya rendah sekali: Rp 60 miliar + Rp 476 miliar + sidol + amdol + si Rupi'ah + surat berharga. Pokoknya banyak.
Sebanyak prestasi Febrie di lingkungan kejaksaan. Febrie sudah bintang tiga di Kejagung: jaksa agung muda. Yakni pangkat tertinggi di bidang penanganan korupsi. Ibarat jeruk ia sudah sebesar jeruk Bali.
Yang akan memeriksa Febrie nanti tentu para jaksa dari lingkungan pemberantasan korupsi. Pangkat mereka tidak mungkin lebih tinggi dari Febrie. Memang bisa diambilkan jaksa yang tidak sekecil jeruk purut tapi ukuran terbesar setelah bintang tiga adalah jeruk keprok.
Tentu dengan sudah diberhentikannya Febrie sebagai jampidsus, jeruk Bali itu sudah tidak lagi berlimonene. Tapi ia belum diberhentikan sebagai jaksa. Ukuran dirinya masih tetap sebesar jeruk Bali. Karena itu Kejagung akan membawa dulu Febrie ke pengadilan etik. Putusan peradilan etika itulah yang akan dipakai memecat Febrie dari institusi Kejaksaan.
Setelah itu barulah Febrie bukan lagi jeruk Bali. Ada jenis jeruk Bali yang lain. Sebagai anak miskin dari desa, Boyamin tentu pernah main bola jenis ini: bola yang disepak-sepak adalah jeruk Bali yang jatuh dari pohon sebelum waktunya.
Maka greget publik yang menyangka kasus ini segera terbuka blak hanya akan seperti greget gemeretaknya gigi yang ompong di atas. Peradilan etik biasanya tertutup karena etika adalah urusan internal.
Memang ada pertanyaan dari akal sehat masyarakat luas: sama-sama dilimpahkan cepat mengapa tidak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Undang-undangnya ada. Juga tidak perlu ada istilah jeruk Bali, jeruk keprok, dan jeruk purut. Tapi di KPK kelihatannya ada jenis jeruk yang lain: orang seperti Boyamin Saiman sudah pernah mengadukan soal Febrie itu ke KPK. Sejak tahun 2024.
"Tidak pernah ada penanganan," ujar Boyamin.
Akhirnya Boyamin bisa memahami perkara Febrie ini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. "Kalau itu keputusan dari presiden saya bisa menerimanya," katanya. "Agar perkara ini tidak macet," tambahnya. "Agar tidak terjadi benturan yang mengguncangkan".
Toh akhirnya polisi harus melimpahkan semua perkara ke kejaksaan. Kalau dua institusi itu dalam keadaan perang, perkaranya justru bisa seperti lapangan bola yang tanpa gawang: bola perkara hanya ditendang sana-sini tanpa arah. Tidak akan pernah terjadi gol.
Saya memilih asumsi Febrie sudah pernah diperiksa polisi sehingga sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka. Para wartawan di Jatim tahu siapa Totok Suharyanto, "Jampidsus"-nya Mabes Polri saat ini.
Orang Sleman yang kini berpangkat Irjen Pol ini sangat lama bertugas di Malang. Sampai jadi kapolres di Malang. Ia juga pernah di Polda Jatim. Ia dikenal sangat "correct" dalam urusan menetapkan seseorang jadi tersangka.
Di mata wartawan, Totok dikenal sebagai polisi yang lurus-lurus saja. Bahkan ia bisa digolongkan "gila" ketika berani membongkar korupsi di atas korupsi yang melibatkan tokoh penegak hukum setinggi Febrie.
Jabatannya saat ini, sebagai kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri, dipakainya sungguh-sungguh untuk memberantas korupsi sampai pun korupsi di atas korupsi.
Kini perkara itu sudah di Kejaksaan Agung. Kita tidak tahu ada berapa jenis jeruk di sana.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 12 Juli 2026: Bawah Bantal
Ima Lawaru
Bahagia itu sederhana. Bisa mendapatkan buku karya-karya Mahbub Djunaidi saja...sudah bikin bahagia. Saya pertama kali mengenal Mahbub lewat Abah. Sejak itu saya memburu buku-bukunya. Lalu apa bedanya Mahbub dengan Abah? Mahbub membuat judul tulisan dengan satu kata. Kalau Abah banyak kata, dan beberapa tahun terakhir, Abah konsisten membuat judul dengan dua kata saja. Dari segi isi, sama lincah, sama nakal dan sama jenakanya. Pertama kali baca tulisan Mahbub dengan judul TELEPON. Itu dikirimi Pak Mario lewat Pak Agus. Wah sesama perusuh punya kepedulian sampai ke soal bacaan. Terima kasih banyak Pak Mario dan Pak Agus. Dikirimi tulisan saja saya sudah bahagia sangat. Apalagi dikirim emas batangan 74 kg.
Kujang Amburadul
Mungkin suatu saat akan ada koruptor yg merokok dng cara melinting tembakau memakai uang kertas seratus ribuan dan dibakar, seperti halnya Pablo Escobar si raja narkoba. Bedanya dia hasil jualan barang haram, ini hasil ngembat duit yg harusnya milik rakyat.
Macca Madinah
Kesimpulannya, industri paling menarik di endonesah adalah pencucian duwit. Kalau ada yang jenius memikirkan bagaimana input sampai outputnya dijalankan, alias end-to-end, lalu jualan ke pihak-pihak high-level dengan jaminan tidak terendus (atau bisa juga jaminannya gini: aman ini pak, sekali disimpan di sini jaringannya ke mana2 sehingga tooo biggg tooo be catched), wah ini bisa saingan dengan praktik transfer-pricing yang dilakukan orang kaya "biasa". Apa lagi kalau ada embel2, ini menggerakkan perekonomian nasional, wahhh pasti laku!
Sugi
Apakah tulisan Abah ini sedang menginfirmasi bahwa kasus korupsi di negeri ini seperti fenomena gunung es? Antara yang ketahuan dengan yang tidak lebih banyak yang tidak ketahuan. Karena prinsip saling jaga rahasia, tahu sama tahu, suka sama suka. Menurut Abah apakah semisal kasus korupsi dibongkar sedalam2nya akan menimbulkan kekacauan bagi negara. Sebab masing2 pejabat pegang kartu as masing2? Kalo iya begitu maka korupsi akan menjadi sangat mengerikan. Tidak akan pernah dibersihkan untuk selama-lamanya. Penonton akan disuguhi drama jatuhnya satu per satu pejabat yang gak patuh 'SOP' aturan main. Satu kata: gila!
Kalender Bagus
Orang konoha yang terbukti korupsi hanya sekian persen dari seluruh rakyat yang angkanya lebih 290 juta ini. Tapi orang konoha yang punya bibit-bibit pikiran korupsi saya yakin lebih 90%. Tinggal nunggu dapat giliran kesempatan aja. Buktinya banyak: menjarah telor dari mobil pickup yang terbalik, underinvoice harga tanah untuk menghindari pph dan bphtb saat jual beli tanah, minta duit salam tempel pas tanda tangan surat keterangan kades, menggunakan lahan trotoar untuk parkir gelap, dan seterusnya.
DeniK
Kalau danantara sudah berani pakai orang asing untuk urus bisnis nya . Sudah saat nya lembaga anti rasuah juga di isi profesional asing . Biar independent , susah di suap , punya teknologi tidak punya kepentingan politik .integritas tidak usah di ragukan . Ayo siapa yang berani mulai .
Achmad “Yoming Afuadi” Fuadi
Mong omong soal jam, keingatan percakapan 2 orang lawan jenis berikut; Pria(p); berapa harga untuk 1 jam? Wanita(w); 350rb mas, kalau mau 2jam ada diskon lho. P; 1jam saja, saya hanya bawa 300rb, barangnya bagus apa tidak? W; walaupun bekas suami, aku jamin masih bagus mas. P; tunjukkan barangnya kalau memang masih bagus. W; dibayar dulu dong mas, nanti aku lihatkan barangnya. Lalu si P menyerahkan uang 300rb dan si W menunjukan jam tangan dari dalam tas untuk diserahkan kepada sang P. Eng...ing...eng
Er Gham 2
Saat makan di restoran, mungkin saja di meja sebelah kita itu seorang koruptor. Saat antri tap kartu di gerbang tol, mungkin saja mobil di belakang milik seorang koruptor. Saat masuk mall besar, mungkin saja ada satu dua koruptor yang ajak keluarga nya jalan jalan di mall. Mungkin saja diantara ribuan mobil yang kena macet di Puncak Bogor ada beberapa koruptor dan keluarganya yang mau healing. Saat naik pesawat, naik ferry nyebrang ke Bali, ada kemungkinan koruptor ikut naik. Apalagi saat ada acara nasional dalam suatu gedung yang dihadiri ribuan pejabat pusat maupun daerah, mungkin minimal ada sepuluh atau dua puluh koruptor yang ikut hadir. Atau jangan jangan setengah peserta yang hadir. Di negeri ini, perlu terbiasa hidup bersama dengan para koruptor. Hidup berdampingan dengan selaras dan damai. Jangan jangan pas lagi di tempat ibadah, sebelah kita persis adalah seorang koruptor. Yang dengan khusyu dan tenang berdoa.
Er Gham 2
Istri pasti tahu lah, kalo suaminya jadi maling uang negara. Namun diam saja. Yang penting tiap bulan beli tas hermes. Tiap tahun, ganti mobil. Anaknya yang udah mahasiswa pasti curiga juga kelakuan bapaknya aebagai maling uang negara. Ortu sekedar curiga saja. Tetangga juga diam saja, demi hidup damai dan nyaman. Kenapa semua orang dekat para koruptor diam saja ya. Apakah itu tidak dianggap upaya menyembunyikan kejahatan.
Em Ha
Coba kalau aku kenal Febrie sejak lama. Dan menjadi teman baik. Akan aku minta 5 ikat dollar dan 5 kg emas itu. Setiap ikat ada 10 gepok. Setiap gepok ada 100 lembar. 100x100x10x5= 500.000 lembar. Dengan kurs 18.000. Setidaknya 9 milyar duit aman tidak ikut disita. Ditambah 5kg emas. Saya sudah 'Financial Freedom'. Akan aku beli sukuk atau saham senilai 5 milyar. Imbal hasil dan deviden sudah cukup untuk hidup dari bulan kebulan. Lebih dari itu. Aku akan ke Toyota. Akan kubeli mobil Pajero. Akan aku undang kenkawan perusuh ke kampung halaman. Gatering untuk tahun ini disini aja. Tiket dan seluruh akomodasi kan ku tanggung. Jika itu betul betul terjadi. Akan aku ikuti kemana Abah pergi. Melanglang buana ke luar negeri. Keliling Rusia, ke Korea atau balik ke China lagi tak masalah. Atau, tahun 2030 nanti nonton piala dunia di Maroko Spanyol Portugal Paraguay Uruguay Argentina juga boleh. Sedapnya menghayal jadi Tauke... Sedapnya dipanggil Boskuuu... Sedapnya disapa Ketua... Sedapnya menghayal...
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BANTAL PALING BERAT.. Dulu orang bilang, rahasia paling aman disimpan di bawah bantal. Ternyata zaman berubah. 1) Bantal kalah oleh brankas. 2) Brankas kalah oleh rumah. 3) Rumah kalah oleh kafe. Dan semuanya tetap bisa ditemukan kalau takdir sedang rajin bekerja. Yang menarik bukan hanya jumlah uangnya. Melainkan cara semua pihak berlomba menguasai narasi. 1) Ada yang berkata, "itu bukan uang saya". 2) Yang lain menjawab dengan memamerkan tumpukan uang dan emas. Di negeri ini, konferensi pers kadang lebih menegangkan daripada pertandingan final sepak bola. Kalau semua dugaan itu nanti terbukti, pelajarannya sederhana. 1) Korupsi rupanya bukan sekadar soal "mengambil". 2) Yang lebih sulit justru "menyimpan". 1) Mungkin benar pepatah baru itu: "mencari" uang memang susah. 2) "Menyembunyikan" uang jauh lebih susah. Kini publik tinggal menunggu satu hal. Bukan lagi siapa yang paling pandai berkilah. Melainkan siapa yang paling berani membuka seluruh cerita. Sebab, uang bisa disimpan di mana saja. Tetapi kebenaran punya kebiasaan buruk: cepat atau lambat, ia selalu keluar dari persembunyiannya.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
SAAT RASA DOSA SUDAH HILANG.. Yang paling mengkhawatirkan dari korupsi bukan besarnya uang. Bukan pula banyaknya emas. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika pelakunya tampak tidak lagi merasa bersalah. Seolah-olah korupsi hanyalah salah administrasi. Bukan pengkhianatan terhadap rakyat. Padahal, setiap rupiah yang dicuri bisa berarti ruang kelas yang tak jadi dibangun, obat yang tak jadi dibeli, atau jalan yang tak jadi diperbaiki. Korupsi bukan sekadar kejahatan keuangan. Ia merampas masa depan. Ia kejahatan luar biasa. Karena itu, muncul pertanyaan yang makin sering terdengar: Apakah Indonesia memerlukan hukuman yang jauh lebih berat? Ada yang berpendapat.. 1) korupsi di atas Rp100 miliar layak diancam hukuman mati, 2) dengan eksekusi dilaksanakan tiga bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Gagasannya sederhana: menciptakan efek jera yang benar-benar nyata. Setuju atau tidak, itu adalah pilihan kebijakan yang akan terus diperdebatkan. Namun satu hal pasti. Selama rasa malu dan rasa dosa tidak kembali menjadi rem dalam diri, sekeras apa pun ancaman hukum, korupsi akan selalu mencari jalan baru. Hukum menghukum perilaku. Hati nurani mencegahnya sejak awal.
Thamrin Dahlan YPTD
Bawah Bantal. Rakyat kelahiran sebelum merdeka atau setelah merdeka sampai terjadi Dekrit Presiden masih ingat kosa kata bawah bantal. Termasuk Awak ketika menyaksikan Emak di kampong Tem[pino Jambi menyimpan harta benda di Bawah Bantal. Tentu bukan Sepeda tetapi emas hitungan suku dan duit rupiah yang disimpan . Tidak ada harta benda berlebihan seperti milik oknum koruptor. Aman ? Ya dijamin aman bersebab di zaman itu rerata rakyat sejahtera sandang pangan dan papan punya sendiri. Pun tak ada pengangguran semua bekerja di sawah atawa kebun. Belum ada perampok pun pencuri / ,alimh apalagi begal. Terkadang rumah tak dikunci bahkan di tinggal kosong masih aman aman saja. Pos ronda pun tak ada termasuk penjaga keamanan. Enak zaman ku toh kata siapa. Itu saja Abah , nostalgia Bawah Bantal. Salaman Salamun Pak Mario Semarang Sedih Norwegia tertunda menjadi Juara Dunia. Malas pula nonton Argentina. mengikuti dendam Walikota New York Enakan menulis bergini menyelesaikan Buku 100 Peribahasa Melayu. Semangat Literasi
Tiga Pelita Berlian
Kalo jaman jayanya koran JP, pimpinan Abah, kalo ada kasus besar begini biasanya JP juga akan mengulas pemain figuran yg terlibat/dilibatkan, pilihannya paling tulang kunci yg berjasa membuka brankas istimewa tsb, JP akan ulas cerita ttg proses buka brangkas dengan cara bertutur, keseharian ahli kunci tsb, latar belakang keluarga hingga pendapat tetangga tentang tokoh tsb . Mmhh jadi kangen baca koran JP edisi jadul .. hehe Seklangkong
heru pujihastono
Nunggu sutradara membuat film antiklimak dr daun di atas bantal. Judul nya saya usulkan : fulus di bawah bantal. Akan banyak nanti istilah - istilah di luar kamus besar bahasa Indonesia: " Uang assalamualaikum.." orientasi kali ini eufemisme. " Padakno bapakmu" ( samakan dg rezim sebelumnya) . " Antara cicak dan buaya" macam Daud lawan Goliath. Kalau sekarang apa ya cicak jelas. Buaya jelas. Satu nya sekarang yg mirip sepertinya : komodo. Tapi apakah sistem yg dibuat FA ini akan juga dilestarikan macam komodo. ?
Lagarenze 1301
Firli Bahuri ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan pemerasan, penerimaan gratifikasi, dan suap pada 22 November 2023. Boyamin, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), membuat pernyataan pada 27 Maret 2024. Bunyinya, membubarkan MAKI kalau Firli sudah ditahan atau dakwaan terhadapnya sudah dibacakan. Sekian purnama berlalu. Boyamin tak kunjung membubarkan MAKI. Artinya, Firli masih sakti. Pirtinyiinnyi: ipikih fibrii idriansyih sikti sipirti firli?
Leong Putu
Saya di Sydney subuh hari ini. Lebih tepatnya di sekitaran gedung ikonik : Sydney opera house. Tenang, teduh, asri jadi satu. Suhu di kisaran 17°C. Setelah puas berkeliling di Royal Botanic Gardens, kaki ini bergegas menuju halaman Sydney Opera house, setelah puas berfoto-foto, kaki saya langkahkan menuju dermaga di sisi kanan gedung. Bahagianya, setelah memendam tekanan hidup bertahun-tahun lamanya, bisa menikmati alam seindah ini. Saya agak dekat ke bibir dermaga. Tiba-tiba wajah saya basah. Upssss kena air. Bukan air laut. Ni Luh membangunkan saya, setengah berteriak, berkatanyi : "sudah waktunya berangkat kerja Bli!, tidur senyam-senyum, senyam-senyum, mimpi apa?". "Duuuuh hanya mimpi, hiks. Duuuuh Pipit, tenyata hanya dalam mimpi".
gubernur kota
Kita tahu, banyak yang korupsi sekarang adalah mereka yang dulu kritis terhadap koruptor. Banyak yang tidak korupsi, hanya karena belum dapat moment.
Leong Putu
Pokok jangan sampai seperti drama India. Awalnya seru, akhirnya mbulet. Semoga bisa p21, semoga gak bolak-balik p19, cz gak mungkin jeruk makan jeruk.
Er Gham 2
Maling uang negara yang ketahuan dan menjadi tersangka hanya segelintir saja. Kebetulan saja nominalnya besar. Yang belum ketahuan, apalagi kalo maling nya cuma puluhan atau ratusan juta per tahun, akan tiarap dulu. Dan mereka rajin berdoa supaya tidak ketahuan. Hehehe.
Jokosp Sp
"Ojo tinggal glanggang colong playu" yo Abah. La kok malah sudah ke Vladivostok?. Bukannya BOLA lagi mau masuk perempat final?. Perancis, Spanyol, Inggris, Argentina mau adu gengsi siapa yang bakal jadi juara satu. Apakah habis alokasi "TIKET LUNGSURAN" itu sampai kemarin saja, ndak sampai perempat final dan finalnya?. Kok ngenes, kayak beli paket data HP 4GB yang habis di tengah bulan. Ini adanya di negaranya Abah, Jampidsus baru semalam ngelak itu bukan aset miliknya, itu ada yang punya, asal-muasalnya kekayaan itu ada prosesnya. Begitu di tampilkan oleh Polisi barang-barang bukti itu, langsung saja menyatakan mundur dari jabatan strategis dan berkuasa itu?. Padahal kemarin masih menyatakan dapat dukungan orang nomer satu negara ini. Ohhhhhhhhh......dasar koruptor klas kakap (atas) dan kuasa itu ndak ada yang bisa dipercaya dari mulutnya. Ini boleh disebut "KORUPTOR DI ATAS KORUPTOR". Kerjaannya memberantas koruptor, tapi dirinya memanfaatkan jadi koruptor juga. Di mana mau cari keadilan, kalau semua penegak keadilan itu jadi koruptor?. Kok semua seragam itu hanya untuk penampilan dan gengsi saja, tetapi mentalnya tetap "KORUPTOR". Cocok saja negara bangkrut, karena kekayaannya dirampok. Perampoknya benar, ternyata para pejabat dan aparatnya.
gubernur kota
Kalau uang yang 400an M itu ternyata milik salah seorang perusuh dan hendak membagikannya kepada semua perusuh lain yang masing2 dapat 2 M, berapa orang yang bersedia langsung menolak?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:

Komentar: 26
Silahkan login untuk berkomentar