Gu Lebang

Kamis 28-05-2026,03:59 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Ini kali pertama saya salat Iduladha di Tiongkok: kemarin pagi. Kalau Idulfitri sudah beberapa kali.

Awalnya saya lupa kalau kemarin itu Iduladha. Pukul lima pagi saya sudah ke luar hotel. Sendirian: cari-cari lokasi untuk live Dismorning pukul 06.00 waktu Nanning, Tiongkok. Taman dan halaman hotel ini terlalu rapi dan bersih: Li Yuan Resort. Sulit cari benda tercecer yang bisa dipakai untuk alas HP.

Ternyata Dismorning libur. Oh, iya. Iduladha.



Saya pun cari-cari di mana masjid terdekat. Di pusat kota. Di kota tua. Sedang hotel saya ini di kawasan pengembangan baru. Yakni di kawasan pusat konferensi ASEAN. Kota Nanning, ibu kota provinsi Guangxi, sudah lama berambisi jadi ''ibu kota''-nya Asia Tenggara. Letaknya memang sangat dekat dengan Vietnam, Laos, dan Myanmar. Segala macam konferensi tingkat ASEAN diselenggarakan di sini. Termasuk di sektor kelistrikannya –yang saya diundang menjadi salah satu pembicaranya.

Sepagi itu tidak mungkin saya membangunkan teman Tiongkok saya. Pasti masih tidur. Saya pun naik taksi aplikasi: hanya 10 menit. Belum terlambat. Salat Iduladha baru dimulai pukul 07.00.

Begitu tiba di Jalan Xinhua, sudah banyak orang bergerombol di pinggir jalan. Laki-lakinya khas pakai topi Hui, warna putih, kecil, ditaruh di bagian ubun-ubun dengan rambut bagian depan sengaja dipejengkan. Wanitanya pakai jilbab. Lama-lama jilbab wanita Islam Tiongkok mirip dengan gaya jilbab wanita Indonesia atau Malaysia.


"Di lantai empat," ujar salah seorang yang saya tanya di mana salatnya. Masjid ini sudah bangunan baru. Empat lantai. Yang paling bawah untuk restoran mie daging sapi. Lalu bisa naik tangga atau lift. Masjidnya di lantai empat, tapi kalau sedang Idulfitri atau Iduladha, lantai tiga dan dua juga untuk salat.


Penampakan masjid yang ada di Xinhua Road Nanning.-Wikipedia-

Masjid tuanya yang bergaya Tiongkok, yang dibangun di zaman dinasti Qing, sudah rusak. Dibangunlah masjid baru di tahun 1981.

Khotbahnya pendek: total pakai bahasa Arab. Tapi sebelum mulai salat ada ceramah panjang dalam bahasa mandarin. Ceramahnya pakai layar lebar digital. Judulnya: Apa yang dilakukan di hari raya Iduladha.



Pertama, harus berhati gembira. Di layar dimunculkan film kartun yang membuat orang gembira. Lalu pakai baju baru. Muncul di layar gambar bapak-ibu-anak pakai baju baru. Berikutnya: ke masjid. Salat. Lalu berkurban. Ditampilkan di layar gambar onta, sapi, dan kambing. Boleh salah satunya.

Ceramah menjadi panjang karena peristiwa Ibrahim akan menyembelih Ismail, putranya, diceramahkan sampai ke soal filsafat di balik peristiwa itu.

Di kota lain, di masjid sebesar ini, biasanya di barisan terdepan ada tujuh jemaah yang berpakaian seragam: bersurban dengan ekor panjang di kepala. Merekalah ''Imam cadangan''.

Di Nanning tidak saya lihat itu. Maka ketika salat berjamaah akan dimulai Pak Imam menghadap jemaah: "Kami perlu tujuh orang yang mau jadi....," katanya dalam bahasa Mandarin. Beberapa orang unjuk jari pertanda mau jadi relawan. Pak Imam pun menunjuk tujuh orang untuk berdiri.

Tujuh orang itulah yang lantas mengucapkan seruan dalam bahasa Arab secara bersamaan. Seruan itu diucapkan sebanyak tujuh kali. Itulah seruan untuk mulai salat. Setelah seruan ketujuh, semua orang berdiri, merapatkan dan meluruskan barisan. Isi seruan tadi memang untuk merapikan dan meluruskan barusan.

Saya perhatikan: berapa kalikah Imam mengucapkan komando ''Allahu Akbar'' di awal salat: tiga kali saja. Bukan sembilan kali seperti di Indonesia.

Di rakaat kedua, Imam langsung membaca Al Fatihah. Tidak diawali dengan Allahu Akbar sama sekali --di Indonesia diawali Allahu Akbar tujuh kali.

Setelah Al Fatihah Imam langsung membaca surah kulhu yang pendek itu. Lalu, "Allahu Akbar," seru Imam setelah selesai baca kulhu.

Saya pun otomatis membuat gerakan rukuk membungkuk. Jemaah di kanan kiri saya tidak. Ternyata, setelah kulhu itu, Imam membaca Allahu Akbar tiga kali. Barulah rukuk. Saya tersenyum malu saat membatalkan rukuk yang akibat kecele itu.

Selesai salat, saya menemui Imam. Berkenalan. Sekalian agar yang salat di lantai dua dan tiga lebih dulu memakai tangga turun. Agar tidak berdesakan. Begitulah memang pengumuman yang dikumandangkan: agar yang di lantai empat lebih bersabar.



"Berapa korban kambing di masjid ini tahun ini?"

"Banyak sekali. Lebih seratus," ujar Pak Imam yang bermarga He (何春光).

"Di mana pelaksanaan penyembelihan kurbannya?"

"Di tempat penyembelihan kambing," jawabnya. Di Tiongkok penyembelihan hewan memang tidak boleh di sembarang tempat. Kurban pun wujudnya uang. Panitia masjidlah yang membelikan hewannya.

Di Tiongkok Iduladha disebut hari raya Gu Le Bang (古尔邦).

Coba Anda ulangi dan ulangi pelan-pelan kata itu: rupanya diambil dari bahasa Arab ''Kurban''. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 26 Mei 2026: Gubug Dea

heru santoso

Berita tahun 2050. Para ilmuwan di seantero kampus silang pandang tentang penemuan arkeologis yang masif. Bertumpuk jurnal mengindikasikan keseragam hypothesis: pondasi bangunan persegi sempurna berukuran 20 x 30 meter. Serial kolokium telah dilakukan di banyak kampus. Namun mereka belum sampai pada kesimpulan bahwa peninggalan itu adalah sisa pondasi bangunan KMP.

Leong Putu

Kata Pak Presiden : rakyat seperti Saya ndak punya mimpi pengen kaya raya. Pak Pres kok tau aja? Sebenere bukan ndak punya tapi gak berani mimpi. Gaji habis kemakan bunga, 13%/tahun oleh bank punya negara yang Pak Pres pimpin. Padahal bank swasta ndak sampai segitu. Bayangkan Pak Pres, besaran bunga kpr itu dalam rupiah: 2.000.000/bulan dalam setahun = 24.000.000 dalam 15 tahun mencapai 360.000.000 jika setengahnya saja bisa kami pakai untuk modal usaha tentu kami berani punya mimpi. Tapi nasib rakyat sepeti kami ini memang sudah dikotak untuk tetap ada di level ini di negeri ini. Sebenere Pak Pres, kami ingin juga mengubah nasib untuk kabur aja dulu kerja di negeri nun jauh. Berharap gaji yang lebih manusiawi, Australia misalnya tapi kembali lagi, modal untuk kerja ke luar negeri juga tidak sedikit! Ada kenalan yang nekat berangkat ilegal ke sana, sekarang telah dapat pekerjaan sebagai cleaning service. Gaji? -/+ 15 juta jika dirupiahkan. Bersih. Tapi dengan segala resiko yang ada. Tegakah Pak Presiden jika rakyat yang Pak Presiden pimpim mengambil resiko seperti itu? Atau setidaknya, apakah Pak Pres tidak malu? hahaha....Saya malah terlalu bermimpi jika Pak Pres punya empati dan rasa seperti itu!

yea aina

Kalau analisa seorang ekonom muda, yang ditanya mantan sesuatu. Yang akan kaya duluan: negara. Bukan jelata. Kan sudah bermetamorfosa menjadi kapitalisme negara, dengan akumilasi aset belasan ribu T, itu termasuk uang cicilian kpr plus bunga yang anda bayarkan. Selamat atas partisipasinya memperkaya "bisnis" yang dikelola oleh negara. Lankutkan!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SEBUTAN UNTUK PEMBERIAN.. 1) Dari rakyat ke Pejabat, namanya; Upeti. 2) ⁠Dari Pejabat ke Rakyat, namanya Hadiah. 3) Dari Rakyat ke Rakyat, namanya: Berbagi Rejeki 4) ari Pejabat ke Pejabat, namanya : Bancakan. 5) Dari Pejabat diberikan jelang pemilihan: Serangan Fajar. 6) ⁠Dari menteri ke Presiden: Setioran. 7) Dari orang tua ke anak cucu: Angpao.inta 8) Dari jamaah ke kotak amal: Kencleng 9) Dari pemilik lapak ke koordinator kenananan: Uang Keamanan.

Kujang Amburadul

Makan siang hari ini bareng panitia qurban dng menu serba "T". Telur (dadar) Tahu Tempe Toge (sayur) Teri (tumis) Terong Timun Kerupuk kampung cap "Tiga Teratai" Cuci mulutnya, kue Talam Minumnya air kemasan lokal merek "Sumber Tirta" Beruntung lokasinya tidak di daerah Terdepan, Terluar serta Tertinggal. Alhamdulillah.

Liáng - βιολί ζήτα

Tepuk amai-amai, belalang kupu-kupu Bayar duit aku yang semua kau sapu Kambing biri-biri, ala, sudah datang dari Jawa Mana kau nak lari bawa duit tu ke mana? Buai laju-laju buai sampailah pokok sena Duitku beribu semua entah ke mana Memanda Fasola tikam di tapak kakinya Dah memang kau salah kutabuh kau pun tak apa Rampong ngiseng semar tilem Solo, solo, solo, solo, solo Solo, solo, solo, solo, solo Solo, solo, solo, solo, solo La-la-la-la-la, la-la-la-la, la-la-la La-la-la-la-la, la-la-la-la, la-la-la Cerita zaman dulu, Pak Kaduk gadai tanah Dia laga ayam bukan kepunyaannya Cerita zaman sekarang, kau yang guna duit orang Pabila pecah tembelang, lari lintang pukang Kau tak mampu bayar sekupang-pang, ram pang-pang Tepuk amai-amai, belalang kupu-kupu Bayar duit aku yang semua kau sapu Kambing biri-biri sudah datang dari Jawa Mana kau nak lari bawa duit tu ke mana Buai laju-laju buai sampai pokok sena Bayar hutang itu takut nanti kau merana Memanda Fasola tikam di tapak kakinya Dah memang kau salah kutabuh kau pun tak apa Rampong ngiseng semar tilem Rampong ngiseng semar tilem

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja Kemarin, cukup ramai komentar mengenai per-utang-an..... lha koq saya malah teringat lagu dari Malaysia..... "Hutang" yang dipopulerkan oleh grup musik Floor 88..... Tetapi..... perasaan gimanaaaaa gitu..... lha koq ada kata Solo, solo, solo, solo, solo nya itu loh..... "Hutang" - Floor 88, Malaysia. Kau nak cepat kaya macam jual unta Tapi kau sendiri malas nak usaha Cerita sana, sini, gebang kau merata-rata Pantang depan mata ada saja cerita Tipu belit kawan macam ular sawa Bila dah tahu kau lari berbatu Macam kau nampak hantu Cerita zaman dulu, Pak Kaduk gadai tanah Dia laga ayam bukan kepunyaannya Cerita zaman sekarang, kau yang guna duit orang Pabila pecah tembelang, lari lintang-pukang Kau tak mampu bayar sekupang-pang, alakazam [1/2]

Leong Putu

Di Inggris, lebih tepatnya Premier league, ada setan yang sedang belajar untuk kembali menjadi setan. Bukan badut merah seperti musim-musim sebelumnya yang permainannya mbagong. Dibawah arahan pelatih anyaran : Michael Carrik. Ya, MU atau setan merah tak lagi melucu seperti kala dilatih manager² sebelumnya. Sekarang MU kembali ditakuti setidaknya hingga Michael Carrik belum dipermanenkan dan diberi kontrak jangka panjang. Musim depan?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PENGAKUAN PURBAYA Pak Purbaya mengakui ada dugaan under invoicing dalam ekspor sawit Indonesia. Ia menyampaikan itu dalam forum ekonomi dan kemudian dikutip media besar seperti CNBC Indonesia, Detik Finance, dan IDN Times. Jadi ini bukan cerita warung kopi yang kebanyakan gula. Ia mengaku membawa data tersebut saat makan siang dengan Presiden Prabowo Subianto. Dari pengecekan acak terhadap 10 perusahaan sawit besar, ditemukan pola yang sama: harga ekspor dari Indonesia tercatat jauh lebih rendah dibanding harga impor di negara tujuan. Kalimatnya pendek. Tapi bunyinya keras: “10 besar semuanya seperti itu.” Di dunia perdagangan internasional, praktik seperti ini dikenal sebagai transfer pricing dan under invoicing. OECD dan IMF sudah lama membahasnya. Barang dijual murah ke perusahaan afiliasi di luar negeri. Lalu dijual lagi dengan harga sebenarnya. Selisihnya tinggal di luar Indonesia. Yang membuat publik terdiam bukan hanya angka selisihnya. Tapi fakta bahwa Purbaya mengatakan data kapal, transaksi, dan nilainya bisa ditelusuri. Kalau benar begitu, berarti persoalannya bukan kurang data. Bisa jadi: terlalu banyak yang sudah tahu. ## Yang menarik nanti adalah, apa yang akan dilakukan pemerintah. Setelah ini..

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Museum wayang ini ternyata milik perorangan: pengusaha Tionghoa yang lebih pintar berbahasa Jawa daripada bahasa Mandarin. Marganya Njoo. Nama lengkapnya Sendjojo Njoto. Panggilannya Yensen. Usahanya bijih plastik hasil dari daur ulang." "Njoo" itu dialek Hokkien..... Bahasa nasionalnya : Yang (杨 Yáng). Secara singkat, asal-usul Marga Yáng (杨)..... Kaisar Xuan (宣帝 Xuāndì) semasa Dinasti Zhou (周朝 Zhōu cháo) menunjuk anaknya : Shangfu (尚父 Shàng fù) sebagai Penguasa Negara Yáng (杨). Di-kemudian hari..... keturunan Shangfu (尚父 Shàng fù) menggunakan Yang (杨 Yáng) sebagai nama marga mereka.

Wilwa

Yáng 杨 = 楊 = Poplar Tree = Pohon Poplar. 楊 = Semantic 木+ Phonetic 昜. Bagi yang ingin tahu apa itu pohon Poplar, yang bisa tumbuh tinggi tegak lurus puluhan meter, di iklim sub tropis, silahkan simak sendiri wikipedia dengan keyword: Populus.

yea aina

Karena bis akan diberangkatkan, di dekat pintunya, Kang Warijan cukup menyerukan tiga kata "Lai! lai! lai!". Ayo! Beda dengan pidato di podium " atas" sana. Kalimatnya panjang kali lebar, sama dengan luas. Berupa ajakan menuju bis besar: makmur bersama. Seperti calo tiket, tentu akan mengajak naik bis, tapi tidak ikut naik bisnya. Bukan karena tidak mau makmur, tapi si calo sudah makmur duluan. Kan mereka pengurus proyek, berlabel kemakmuran rakyat, tapi tanpa melibatkan yang akan dimakmurkan. Cukup diurusi lingkar dalam podium saja.. Sesuai komando atasan.

Eyang Sabar56

Pengusaha macam Koh Njoto ini yang selayaknya mendapat apresiasi dari pemerintah. Tidak mengeruk SDA seperti kebanyakan pengusaha tamak yang olehnya lahirlah DSI yang dikepalai bule Ausi itu. Hebatnya malah Koh Njoto buang uang untuk urusan warisan budaya Jawa yang secara bisnis mungkin merugi. Itulah sebabnya prasangka saya, Abah stuban ke beliau. Cari hobi yang tidak dicurigai istri dikemanakan itu uang. Bisa juga kata pepatah : "Sambil menyelam sekalian kedinginan", tapi kemauan sesungguhnya bisa disisipkan secara diam². Aman tenan.

Tiga Pelita Berlian

Saya menduga, Abah ga akan menulis ttg "bencana" mati se sumatera, karena Abah sebagai mantan Dirut Perusahaan Setrum tentu pakewuh menelanjangi para juniornya yg sekarang menjadi direksi perusahaan tsb . Urusan listrik padam se Sumatra serahkan saja ke Bareskrim . Seklangkong

Bahtiar HS

Bicara soal wayang jadi ingat masa SMP dulu. Saya terpilih ikut Jambore Nasional Pramuka th 1986 di Cibubur Jakarta. Senangnya bukan main. Tapi sangu kurang. Oleh Bapak saya dikasih ide penggalangan dana buat sangu dg pentas ndalang di acara Halal Bihalal keluarga. Maka demikianlah saya latihan ndalang dengan tokoh wayang punakawan Semar-Gareng-Petruk dan Bagong. Wayangnya beli di alun-alun Ponorogo. Ceritanya tt mau kemah ke Jakarta nggak punya sangu wkwkwk. Hampir sebulan lamanya sy latihan supaya nanti ndalang tanpa teks. Maka demikianlah pada saat Halal bihalal, saya bawa seperangkat alat utk ndalang: gedebog pisang, 4 wayang kardus punakawan, gunungan, blangkon, mic yg bisa dicantolin leher saya. Cuman gak pake gamelan. Gamelannya akapela. Wkwkwk. Emboh saat itu kok ya saya he-eh aja disuruh ndalang. Terbayang biar dpt tambahan sangu. Maka demikianlah hebohnya halal bihalal itu krn penampilan saya. Jadilah dari hasil ndalang itu saya dpt tambahan sangu Jambore Nasional Pramuka di Cibubur Jakarta 1986. Alhmdulillah. Masih ingat pas mainkan Semar diawali dengan: Eee lhadalah, mbegegeg ugeg ugeg sakdulito... Hmmell... Hmmell. Tholeee anakku cah bagus... Gareng Petruk kelawan Bagong. Padha rahardja sak praptamu neng Karangkadempel kene? Wkkwkwk.

Kalender Bagus

Kenapq respon ibu tua di Banda dan garis Manis di Mojekorto berbeda, ini barangkali intinya: oewang. Museum wayang bisa menghasilkan, sedangkan museum sejarah itu tak dapat apa-apa.

Sulaspin

Kejujuran dan integritas menjadi barang langka di era sekarang. Sampai ada joke. Perbedaan dunia akademisi, birokrasi, dan politisi. Akademisi : boleh salah, tetapi tidak boleh berbohong. Birokrasi : tidak boleh salah, meskipun harus berbohong. Politisi : boleh salah dan boleh bohong. Sebatas humor. Biar hidup terasa segar. Agar hidup berasa lebih hidup. Integritas menjadi bahan diskusi. Seminar. FGD.Tetapi realitanya jauh dari harapan. Integritas berhenti di atas kertas.

Jo Neka

Harusnya bahasa yang benar adalah Sapi kurban; Dari rakyat Oleh presiden Untuk rakyat. Hidup bapak Jokowi.

Ahmed Nurjubaedi

Jaman mahasiswa dulu, saya pernah jadi panitia pasar rakyat yg diselenggarakan satu UKM. Saya kebagian jadi ketua sie pasar rakyat yg sekaligus bertugas nanggap wayang kulit. Jadi, selain pontang-panting cari sponsor, saya mampir ke gedung Cak Durasim cari info. Siapa dalang yg cukup bagus yg bisa kami undang, yang harga manggungnya tidak terlalu mahal. Sekalian mencari kesempatan, melobi pejabat berwenang di sana, siapa tahu mau juga ikut menjadi sponsor. Sebagai magang lobbyist, tentu saja saya gagal total. Saya disarankan ke Dinas Kebudayaan Jagir Wonokromo untuk cari dalang. Di DinKeb Jagir, saya diberi nomor pak dalang. Beliau baru saja dinobatkan jadi dalang nomor 1 di Jawa Timur. Sayang sekali saya lupa nama beliau yang orang Gresik. Singkat cerita, saya berhasil menghubungi dan melobi beliau, agar tidak pasang harga mahal. Wong kami ya cuma mahasiswa yg tipis kantong. Itu tahun 2003, dan beliau minta dengan halus sekali. Jangan kurang dari 10 juta, nggih mas. Waranggono plus sinden saya ada 15. Belum biaya truk untuk transportasi. Entah kenapa, saya langsung bilang: injih, Pak. Padahal, uang sponsor cuma 8 juta. Di sekretariat, teman2 panitia melihat saya dg tatapan jengkel, juga kasihan. Tiba2, kakak angkatan saya angkat bicara. Sudah, ndak pa2. Kita bareng2 menghadap Bu Ketua Yayasan. Memaparkan visi misi kita melestarikan budaya. Lalu menceritakan kesulitan yg kita hadapi. Bismillah... Dan, pentas wayang kulit berlangsung sukses. Terima kasih, Bu Ketua...

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@Pak Ahmad Nur.. Saya juga pernah jadi (anggota) panitya pameran majalah dinding SMA se Kotamadya Yogya, tahun 70an. Dan tahun berikutnya se DIY. Saya bagian pameran dan juga bagian cari dana. Salah satunya minta sumbangan dari para SMA. Saya sempat kaget, ada SMA swasta, masuk siang, nyumbangnya banyak banget. Tapi ada SMA Negeri, favorit, nyumbangnya dikit banget. Yang siip, pak Presiden RI juga nyumbang. Dikirim pakai transfer Tapi nyampainya 6 bulan setelah acara selesai.. He he.. Bingunglah kami, mau diapain ini uang..

Heiruddin Arafah

Sy jadi ingat anaknya orang yg pernah jadi sesuatu. Kalau istrinya komplain hobinya maka jawabannya "kan saya tidak hobi yg lain, misal hobbi mobil"

Motor Listrik

Terkadang ada juga pejabat yg menyalurkan hobinya tapi memanfaatkan anggaran negara, dengan alasan melestarikan budaya, mempromosikan kesenian atau kesehatan warganya. Mereka tetep nbnyak yg selamat pun oleh karena terjadinya kerugian negara. Dilain pihak, banyak juga yg memakai anggaran negara untuk sebenarnya menyalamatkan warganya (minimal kata dan niatnya) tp dipidada oleh karenanya, dan bahkanpum ada yg sampe telah membesarkan potensi dan keuntungan untuk negaranya tapi tetap disalahkan karena jasanya, semoga ibu ira mendapatkan balasan atas jasa dan pengorbanyannya. Oiya untuk pak Kaharuddin Djenod kenaikan laba PAL saat ini 108,58% bukan berarti semua orang menghormati kinerja anda, biasanya ada jg yg tidak suka, semoga bapak tetap dijalan kebaikan dan berkah prestasi anda untuk negara ini bisa menjadi alasan Tuhan selalu melindungi anda, sehingga akan tetap jadi obat perangsang kepada semua warga negara unggulan untuk terus menegangkan nafsu memajukan bangsanya.

Jo Neka

Di museum saja "setan"diselimuti.Di luar sana setan bergentayangan.Setan korupsi.Setan pencuri.Setan kelamin berkedok pendakwah.Ironi kelamnya kehidupan Sapiens.Banyak yang gigih berbuat kebaikan.Tetapi banyak juga yang gigih berbuat keburukan.Sayang Hukum belum bisa tegak berdiri.

Muin TV

Saya sebetulnya menunggu Pak Dahlan Iskan menulis tentang mati lampu sesumatera pada tanggal 22 Mei 2026 lalu. Tetapi ditunggu-tunggu tak ada tulisannya sama sekali. Padahal, akibat mati lampu yang mencapai 12 jam mengakibatkan ribuan ayam peternak mati. Dulu, waktu Pak Dahlan jadi dieut PLN, beliau berpesan kepada anak buahnya, kalaupun ada mati lampu, jangan sampai ikan di akuarium mati. Sedangkan yang ini, ribuan ayam mati, PLN cuma minta maaf, sambil nunjukin kabel yang putus. Memang Konoha ini, gak pemerintahnya, gak BUMNnya, bisanya cuma nyusahin rakyat.

Leong Putu

Ternyata setan telah memusiumkan diri. Pensiun. Mungkin takut dipermalukan manusia. Sbb dalam beberapa hal manusia lebih setan daripada setan. Setan tenan!

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KOPERASI 2050 DAN TOKO KELONTONG Pak Dahlan memang jeli melihat masa depan. Bayangan beliau tentang tahun 2050 sungguh menggelitik. Nanti, anak cucu kita mungkin tak kenal lagi Indomaret atau Alfamart. Tahunya hanya Kios Koperasi Desa Merah Putih. Sebuah satire yang tajam sekaligus menggelikan. Masa depan ritel kita ternyata bisa kembali ke khittah: sentralisasi ala koperasi. Maka, museum toko kelontong milik Pak Njoo menjadi sangat visioner. Barang-barang jadul yang dipajang di sana bukan lagi sekadar nostalgia, tapi mesin waktu. Kita yang senior pasti tersenyum kecut mengingat minyak tanah, sabun batang cap tangan, atau permen jagoan yang antre di etalase kayu. Hebatnya Mojokerto, kota sekecil itu mampu mendokumentasikan peradaban logistik kita secara apik. Lewat sentuhan keluarga Pak Njoo, memori kolektif bangsa dirawat. Dan puncaknya adalah sepasang wayang setan di akhir cerita. Setan lokal dan setan Tionghoa yang dipajang berdampingan. Mungkin itu simbol: jangankan urusan bisnis kelontong, urusan dunia gaib pun di Mojokerto sudah lama mengenal konsep asimilasi dan kebersamaan yang harmonis.

Sugi

Dari hobi bisa melahirkan museum, itu keren sekali Bah. agar kebahagiaan yg dirasakan pemiliknya bisa menular ke orang lain juga. apa pun yg biasa kalo diseriusi bisa jadi luar biasa, apalagi yang awalnya sudah luar biasa. Tour bisnis sambil melihat museum ini juga ide keren sekali, apalagi ada museum toko kelontongnya, kan jadi bisa nostalgia. tournya jadi sesuatu yg tidak terlupakan. dan abah selalu tidak lupa untuk menyelipkan sindiran dalam setiap tulisan, hehe.

Taufik Hidayat

Selamat Iedul Adha. lumayan sekarang sholat Iednya bareng …. artike abah kali ini di M awali dengan Lai Lai Lai, sejak dulu sudah tahu kali ini artinya ajakan dalam bahasa Mandarin . Di film film yang di zaman Orba pun tidak dilarang saya sering nonton. lucu nya zaman Orba adalah melarang budaya Tionghoa dan bahasa Mandarin di tempat umum tapi tidak sanggup melarang peredaran film Hong Kong dan Taiwan serta kemudian Cina daratan. tapi ke toka membaca Lai Lai Lai, saya koq langsung inga sebuah hotel di Taipei. namanya Lai Lai Sheraton Taipei. yah dul beberapa kali nginap di sini karena memang minimum setiap tahun saya ke Taipei dan sudah dimasukkan ke dalam APBN. Mumpung pakai uang negara . He he he .. tapi kali sekarang janga cari hotel ini karena namanya sudah diganti jati Sheraton Grand Taipei sejak 2002. Konon ini hotel Sheraton yang pertama di Taiwan dan sebelumnya bernama Lai Lai Shangri-La. He he . Lai lai lai kita ke Taipei dan menyanyikan lagu Alishan de Guo niang di Chia yi.

djokoLodang

-o-- ... Awalnya saya ragu kalau gadis ini putri pemiliknya. Wajahnyi sangat Tionghoa. Matanyi sangat cendekia. Tapi ngomong tentang wayang begitu tahunya. "Saya mencoba mendalaminya," ujar Dea ... *) Nampaknya Dea ini mirip "Mustokoweni" --dalam wayang kulit jawa diceritakan sebagai putri mancanegara yang berani mencuri pusaka negara Ngamarta "Jamus Kalimasada". ~ Ngamarta sendiri punya pendekar wanita yang namanya sangat terkenal, Srikandi. --0-

Kategori :

Terkait

Jumat 29-05-2026,04:00 WIB

Randy Sunda

Kamis 28-05-2026,03:59 WIB

Gu Lebang

Rabu 27-05-2026,04:17 WIB

Gubug Dea

Selasa 26-05-2026,04:00 WIB

Wani Tenan

Senin 25-05-2026,04:00 WIB

Masuk Istana