Crystal Palace Juara UEFA Conference League, Oliver Glasner Tutup Era dengan Manis

Kamis 28-05-2026,06:54 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Oliver Glasner menutup perjalanan bersama Crystal Palace dengan cara yang sempurna setelah membawa The Eagles meraih gelar UEFA Conference League musim 2025-2026.

Pelatih asal Austria itu menegaskan seluruh keberhasilan klub merupakan hasil kerja keras para pemain dan staf yang selama ini mendukung visinya di Selhurst Park.

Crystal Palace memastikan trofi Eropa pertama mereka usai mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Leipzig.

Gol tunggal Jean-Philippe Mateta pada babak kedua menjadi penentu kemenangan sekaligus menandai akhir manis era Oliver Glasner bersama klub Premier League tersebut.

Keberhasilan itu melengkapi pencapaian luar biasa Crystal Palace dalam kurun sekitar satu tahun terakhir.

BACA JUGA:Prediksi Manchester City vs Crystal Palace di Liga Inggris 2025/26, The Eagles Bisa Jadi Batu Sandungan!

Setelah sebelumnya meraih Piala FA dan Community Shield, kini Palace sukses menambah koleksi trofi lewat gelar UEFA Conference League.

Dalam pernyataannya usai pertandingan, Glasner menolak menerima seluruh pujian atas keberhasilan tersebut.

Ia menilai para pemain menjadi faktor utama di balik perubahan besar yang dialami Crystal Palace sejak dirinya datang pada 2024.

“Saya hanya membimbing para pemain dan staf. Semua keberhasilan ini tidak mungkin terjadi tanpa mereka,” ujar Oliver Glasner.

Menurutnya, keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung pada kemampuan pelatih, tetapi juga pada kemauan pemain untuk percaya, bekerja keras, dan menjaga standar tinggi sepanjang musim.

“Saya bisa saja menjadi pelatih terbaik, tetapi tanpa pemain, semuanya tidak akan berjalan. Mereka mendengarkan, mempercayai staf pelatih, dan bekerja luar biasa keras,” lanjutnya.

BACA JUGA:Manchester City Resmi Rekrut Marc Guehi, Sang Kapten Crystal Palace Dikontrak 5,5 Tahun

Glasner juga mengakui dirinya termasuk sosok pelatih yang sangat menuntut disiplin. Ia tidak mentoleransi penurunan performa sekecil apa pun selama proses latihan maupun pertandingan.

“Saya memang sangat menuntut. Jika standar turun sedikit saja, saya tidak bisa menerimanya. Kadang mereka mungkin kesal kepada saya, tetapi mereka tahu saya ingin yang terbaik untuk tim,” katanya.

Kategori :