6 Langkah Strategis Menyiapkan Dana Pendidikan Anak bagi Pasangan Muda

Jumat 29-05-2026,14:08 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Pasangan muda sering lebih mengutamakan cicilan rumah dan mobil, sehingga persiapan dana pendidikan anak pun terlupakan. Padahal, inflasi pendidikan terus berjalan setiap tahun.

Jadi semakin lama ditunda, semakin besar beban yang harus ditanggung keluarga kelak.  Untungnya, ada setidaknya 6 langkah strategis yang bisa diterapkan keluarga baru.

Bila tabungan yang ada belum mampu menutupi kebutuhan, solusi pinjaman bisa menjadi opsi darurat yang bijak. Asalkan memilih pinjol yang terdaftar di OJK agar tetap aman. Untuk konsultasi atau membatalkan pengajuan di Tunaiku by Amar Bank, Anda bisa menghubungi no WA Tunaiku di 081132266859, telepon (021) 40005859, atau email tanya@amarbank.co.id.

1. Tentukan Visi Pendidikan Anak Sejak Awal

Memiliki visi jelas, meski belum detail nama sekolah tertentu, memudahkan memperkirakan kisaran biaya pendidikan yang dibutuhkan.

Coba buat rencana tentang apakah ada rencana menyekolahkan anak di sekolah negeri, swasta, full day school, pesantren, atau kuliah di luar kota. 

Selain itu, pertimbangkan gaya hidup keluarga dan nilai yang ingin ditanamkan lewat pendidikan. Visi ini harus realistis dengan kemampuan finansial jangka panjang.

2. Menghitung Perkiraan Biaya Pendidikan Dari Sekarang

Setelah menentukan visi, cari referensi biaya pendidikan dari sekolah atau kampus yang sesuai rencana.Tujuannya adalah mendapatkan gambaran realistis seberapa besar dana pendidikan anak yang perlu dipersiapkan.

Informasi bisa didapat dari situs resmi atau sumber tepercaya. Hitung total biaya mulai uang pangkal, SPP atau UKT, buku, seragam, hingga biaya penunjang lain per jenjang pendidikan.

Lebih lanjut, karena biaya pendidikan naik tiap tahun, masukkan asumsi kenaikan biaya (inflasi pendidikan) dalam perhitungan.

3. Menyesuaikan Anggaran Rumah Tangga

Agar dana pendidikan tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari, buat rekening atau pos keuangan khusus. Cara ini membantu konsistensi dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.

Anda sebaiknya memetakan penghasilan bulanan dan pengeluaran penting seperti kebutuhan pokok, cicilan, transportasi, kesehatan, dan hiburan. Sisihkan sebagian penghasilan khusus untuk dana pendidikan anak, misalnya 5–15%, disesuaikan kondisi keuangan.

Setelah itu, evaluasi anggaran secara berkala, misalnya setiap 6–12 bulan, terutama jika penghasilan naik atau prioritas keluarga berubah.

4. Pilih Instrumen Investasi Dana Pendidikan Yang Tepat

Untuk jangka pendek, instrumen berisiko rendah seperti tabungan berjangka atau deposito bisa dipilih.

Untuk jangka menengah hingga panjang, pertimbangkan kombinasi instrumen lain seperti reksa dana atau produk investasi sesuai profil risiko. Ini bertujuan agar potensi imbal hasil lebih optimal dibanding tabungan biasa.

Pahami karakteristik masing-masing instrumen, mulai likuiditas, risiko, potensi hasil, hingga biaya yang menyertai. Jika baru mulai, gunakan nominal kecil dan tingkatkan secara bertahap seiring pemahaman dan kenyamanan dalam berinvestasi.

5. Bangun Dana Darurat Sebelum Menguatkan Dana Pendidikan

Tags :
Kategori :

Terkait