Mahal Murah
Dahlan Iskan bersama dr Elly Darmadji dan dua putrinyi. Elly memiliki 6 anak hasil bayi tabung di Ferina.--
Saya bertemu ''anak-anak mahal'' di ulang tahun ke 40 Ferina kemarin.
"Anak mahal" adalah istilah yang diucapkan oleh mereka yang lahir dari proses kehamilan bayi tabung.
Sedang Ferina adalah nama klinik bayi tabung milik seorang dokter yang Anda sudah tahu namanya: Aucky Hinting.
Sampai berumur 40 tahun, Ferina baru dua kali merayakan ulang tahun. Yang pertama saat berumur 25 tahun. Lalu di usia ke 40 kemarin.
Selama 40 tahun berpraktik dr Aucky sudah berhasil "membuat" bayi sebanyak 20.200. Salah satunya anak penyanyi top Inul Daratista. Inul sendiri hadir di acara kemarin: talk show. Dia tampil bersama presenter cantik yang juga seorang dokter: Lula Kamal. Inul dan Lula ternyata sama-sama punya anak lewat proses bayi tabung di Ferina.
"Saya melakukannya berkat informasi dari Mbak Inul," ujar Lula.

Inul Daratista dan dr Lula Kamal. Keduanya memiliki anak setelah mengikuti program bayi tabung di klinik dr Aucky Hinting di Surabaya.--
Inul sendiri pernah berusaha punya anak dengan cara itu di Singapura. Tidak berhasil. Suatu saat dia melihat kertas yang ditaruh suami di atas meja. Rupanya sang suami sudah membacanya, lalu meletakkannya begitu saja di meja.
Ternyata itu berisi informasi mengenai bayi tabung di dr Aucky. Begitu bertemu suami Inul langsung mengajaknya ke Surabaya. Bersamaan dengan Inul ada 20 orang yang juga menjalani bayi tabung. Dari 20 itu hanya satu yang gagal.
"Saya kaget. Kok murah sekali," ujar Inul. Tentu bandingannya adalah di luar negeri. "Waktu itu masih Rp 40 juta," kata Inul.
Inul mengira itu uang muka. Setelah semuanya beres Inul ke kasir untuk melunasi seluruh biayanya.
"Ternyata tidak ada biaya lain-lain lagi," kata Inul. "Teman saya di Amerika pun sekarang melakukan bayi tabung di Surabaya. "Mereka setengah tidak percaya begitu murahnya," katanyi. Tentu bila dibandingkan dengan di Amerika.
Anak Inul sekarang sudah berusia 17 tahun. "Ganteng dan pandai sekali," kata Inul. Awal tahun tadi Inul ingin mengajak anak tunggalnyi umrah. Sudah beli tiket. Lalu pecah perang Israel/Amerika vs Iran. Batal.
Juara bayi tabung dr Aucky adalah Elly Darmadji. Dia seorang dokter. Elly tiga kali menjalani kehamilan bayi tabung. Setiap kalinya kembar dua. Enam anaknya semua bayi tabung. Selalu sepasang laki-perempuan.
Yang tiga wanita semuanya dokter: dr Sabrina Darmadji, dr Edwina Darmadji, dan dr Winnie Darmadji. Sedang tiga laki-laki Edwin, William, dan Wilbert lulusan Australia, Yokohama dan Binus Jakarta.
Saya bertemu juga anak mahal lainnya: kembar tiga. Kirana, Kirani, Kinanti. Sudah kuliah semua. Cantik 5i semua. Ayah mereka, Made, seniman dari Bali.

Kirana, Kirani, dan Kinanti.--
Sudah delapan tahun Made menikah tapi belum punya anak. Pernah mencoba bayi tabung di Bali gagal. Lalu ke dokter Aucky.
Saking inginnya punya anak suami-istri ini tinggal di Surabaya. Menunggu hamil. Merawat kehamilan. Melahirkan. "Keluarga dan teman di Bali tidak ada yang tahu istri saya hamil. Tahu-tahu kami pulang membawa anak kembar tiga," ujar Made.
Selama proses itu sang istri tidak mau pulang balik Surabaya-Bali. Takut keguguran. Bahkan waktu tidur pun sang istri sampai mengganjal pantat dengan bantal. Agar benihnya jadi. Padahal tidak harus sampai begitu.
"Kuncinya istri jangan sampai stres," ujar Made saat talks show dipandu Lula Kamal.

Kirana, Kirani, Kinanti bersama ayah dan ibu mereka diwwancarai Lula Kamal.--
Itu yang diluruskan oleh Lula Kamal. "Saya sudah mempelajari literatur tentang stres itu. Ada yang berpengaruh ada pula yang tidak," ujar Lula.
Di acara kemarin saya juga bertemu ''anak mahal'' yang sangat hebat. Kembar. Laki-perempuan. Dua-duanya buta. Keduanya diajak sang ayah untuk berfoto bersama saya.
"Terima kasih pak Menteri," katanya sambil mengulurkan tangan menyalami saya. Ups...ternyata ia tahu saya pernah jadi sesuatu.

Kirana, Kirani, Kinanti bersama dua anak penyandang tuna netra yang juga lahir dari proses bayi tabung.--
Ia memang periang. Bahkan ketika Inul menyanyikan lagu Jawa Pamer Bojo ia ikut joget-joget sendirian. Tidak tampak minder dengan kekurangan di matanya. Kini ia kuliah di jurusan pariwisata Universitas Kristen Petra Surabaya.
Kenapa lahir buta? "Ketika kandungan berumur enam bulan sudah harus dilahirkan. Ada masalah di kandungan istri," ujar sang ayah.
"Kami sudah diberi tahu anak kembar kami akan dilahirkan dalam keadaan buta. Di umur kandungan segitu kornea mata janin belum benar-benar jadi," ujar sang ayah.
Memang ada pilihan lain: digugurkan. Tapi ia tidak mau. Bayi itu sudah hidup. Memang masih di kandungan tapi sudah hidup. Tidak boleh digugurkan. "Kami beragama Katolik," katanya.
Tentu awalnya sangat bersedih. Begitu tinggi keinginan punya anak. Begitu dikabulkan dua-duanya lahir buta. "Akhirnya kami menerima apa yang Tuhan berikan," katanya.
Dokter Aucky adalah alumnus SMA St Louis yang kemudian kuliah kedokteran di Universitas Airlangga. Ia mendalami bayi tabung di Belgia. Di sanalah kali pertama Aucky mempraktikkan bayi tabung. "Yang pertama gagal. Yang kedua gagal. Yang ketiga juga gagal. Baru yang keempat berhasil," katanya.

Dahlan Iskan dan dr Aucky Hinting.--
Aucky punya dua anak: perempuan dan laki-laki. Yang perempuan menjadi dokter ahli kandungan di Amerika. Dia lulusan McGill, Montreal, Kanada. Sedang yang laki-laki menjadi ahli laboratorium bayi tabung dan ikut terjun di Ferina –Fertilitas Indonesia.
''Anak-anak mahal'' itu tentu tidak terasa mahal lagi kalau kelak hidup mereka sukses –punya penghasilan jauh lebih tinggi dari orang tua mereka. Mahal dan murah kadang bisa menjadi murah dan mahal. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 2 Agustus 2026: Alih Kekuasaan
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
MERITOKRASI DI DALAM KERAJAAN/KRATON, MISALNYA SOLO DAN YOGYA - JUGA PERLU DIREFORMASI SEPERTI KONSEP KONSTITUSI KELUARGA..?? Membaca workshop "family constitution", saya justru teringat pada sistem suksesi di kerajaan. Atau Kraton. Misal Kraton Solo, Yogya, Mangkunegaran dan Pakualaman. Banyak monarki modern telah bergerak dari pola pewarisan yang sangat kaku menuju tata kelola yang lebih adaptif, meski tetap menjaga garis keturunan. Jalur darah mungkin tetap menjadi fondasi legitimasi. Namun, kompetensi layak menjadi syarat kepemimpinan. Persoalannya memang tidak sederhana. Siapa yang berwenang menilai kompetensi para pangeran? Bagaimana menjamin penilainya independen, bebas dari kepentingan keluarga, dan diterima semua pihak? Jika penentu tetap berasal dari lingkaran keluarga sendiri, potensi kebuntuan akan selalu ada. Ilmu tata kelola mengajarkan bahwa konflik kepentingan harus dikelola melalui mekanisme yang kredibel, bukan sekadar mengandalkan tradisi. Dan atau paugeran. Barangkali inilah tantangan terbesar lembaga-lembaga berbasis garis keturunan di era modern: Mempertahankan legitimasi sejarah, tanpa mengabaikan tuntutan meritokrasi. 1) Tradisi memberi akar. 2) Kompetensi menentukan masa depan. ### Jika Kraton Solo dan atau Yogya bisa memulai. Mungkin kerajaan Inggris, Belanda, Thailand dan lain-lain tertarik mengikuti.. Siapa tahu..??!! Saya, Agus Suryonegoro III, bukanlah raja. Full 100% saya kawulo. Siap ditimbali Ingkang Sinuwun..
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KONSTITUSI KELUARGA, SIAPA SAJA YANG SUDAH PUNYA? Membaca CHDI hari ini membuat saya mencari tahu. Ternyata family constitution sudah menjadi praktik umum di banyak perusahaan keluarga kelas dunia, meski isinya hampir selalu bersifat privat. 1) Di Barat, keluarga pemilik Mars, Cargill, dan SC Johnson dikenal menerapkan tata kelola keluarga yang sangat formal. Ayala di Filipina bahkan menjadikan family constitution sebagai bagian penting keberlanjutan bisnis lintas generasi. 2) Di Tiongkok, perusahaan keluarga generasi kedua dan ketiga juga semakin banyak mengadopsi family constitution atau family charter. Nama-namanya jarang dipublikasikan karena budaya bisnis di sana sangat menjaga kerahasiaan keluarga. Yang lebih menonjol justru praktik family council, aturan suksesi, dan syarat masuk perusahaan bagi anggota keluarga. 3) Di Indonesia, perkembangannya mulai pesat. Keluarga Ciputra termasuk pelopor. Bahkan konstitusi keluarganya sudah beberapa kali diamandemen. ### Kini semakin banyak grup usaha keluarga yang menyusunnya, meski umumnya tidak dipublikasikan. Rupanya, semakin besar perusahaan, semakin penting bukan hanya laporan keuangan, tetapi juga "aturan main keluarga". (((Yang satu menjaga laba. Yang satunya menjaga persaudaraan))).
Macca Madinah
Melihat foto bersama peserta, terlihat ada yang pakai jilbab, jadi mestinya konstitusi keluarga berlaku universal. Barang kali bagi umat muslim, perlu bahasan khusus, mengingat ada hukum waris yang orang kecil (baca: ay am.kecil) saja sering dilanggar. Banyak orang tua muslim yang berpesan, nanti rumah ini untuk anak a, tanah ini untuk anak b, dst. Padahal pesan seperti itu bakal batal demi hukum waris islam (dan ada potensi konflik keluarga), kecuali sang ortu sudah memberikan secara de-facto (bahkan ada yg mensyaratkan harus de-jure) semua bukti kepemilikannya seperti sertifikat tanah, dll. Mungkin sudah dibahas juga ya dalam acara itu tapi tidak dibahas abah di sini.
Juve Zhang
Paling sengsara itu jadi karyawan yg digenjot oleh target perusahaan.. .anda stress berat harus menjual 1000 dus sirup atau 1000 dus mie instan per bulan....nah hidup sebagai bagian kuda lumping dari perusahaan yg ambisius ini kesalahan umumnya manusia....mereka masuk dalam permainan bos ....mereka jadi kuda lumping bos yg jingkrak sana jingkrak sini sampai kelelahan dan mati baik Phisik maupun mental.. .ada seorang eksekutif top kerja di perusahaan besar...kalau saya baca bicara nya selalu target yg melihat angka nominal nya bikin geleng kepala....jelas dia masuk pusaran ambisi bos besar....dia juga jadi CEO atau Bos Kecil....tiba saatnya puncak kelelahan jadi kuda lumping dia pulang ke parkiran dan jatuh meninggal dunia serangan jantung....usia relatif muda ...ini yang anda harus pilih dalam hidup jadi kuda lumping dengan target setiap tahun makin naik makin naik atau lebih baik keluar dan jadi wiraswasta yg anda sendiri jadi bos nya ...tanpa target Bos Besar tanpa jadi kuda lumping bos besar...hidup pilihan....sebaiknya anda lebih cerdas dari Bos Besar Anda minimal anda tidak ikut arus jadi Kuda lumping yg kelelahan dan mati muda...
Jokosp Sp
Kadang yang nyata bukan punya hutang 100 triliun itu. Para Big Boss adalah pengusaha pintar dan cerdik. Kecerdikannya adalah : 1.Hutang yang tercatat dalam bank himbara dalam negeri benar ada 100T, dan benar sebagian penyimpanan uangnya ada di beberapa bank negara tersebut. Tapi kecerdikan mereka adalah: 2. Menyimpan hasil keuntungannya ada di luar negeri, juga menyimpan hasil dari hutangnya di bank dalam negeri ke bank luar negeri. Secara nyata Big Boss dinyatakan bangkrut di dalam negeri, tetapi secara tidak kasat mata mereka masih Super Kaya dengan tujuh turunannya. Bahkan anak turunnya bisa membuat perusahaan-perusahaan baru. Sayang aparat dan pejabat negara tidak bisa menyelesaikan kecurangan dan kelicikannya, karena mereka terlibat dari "Korupsi di atas korupsi". Contoh nyata sudah sering kita lihat.
Taufik Hidayat
Wah artikel abah kali ini tentang workshop dan Training. Saya sedikit Mau share pengalaman saya tentang Training dan workshop yang pernah saya ikuti di dunia aircraft maintenance and Engineering .. banyak sekali . Walau sudah punya Basic lisense dari Indonesia kalau untuk kerja di perusahaan asing kita tetap perlu lisense dari negara airline tersebut sehingga saya pun harus ikut training untuk dapat lisensi dari HKG ÇAD (Civil Aviation Department) Training nya sekitar dua bulan baik untuk airfrane dan kemudian engine . Setelah lulus Basic lisense kemudia haris punya type rating untuk setiap type pesawat. Misal untuk Boeing 747 clásic Training nya sekitar 3 bulan . Demikian juga butu L10-11. Training ya tentu saja di HKG. Setiap ada pesawat baru kita harus ikut lagi type rating termasuk ikut simülatör untuk engine run. Setiap dua tahun harus ikut pelatihan refreshemnt . Ada pesawat baru Airbus 330/340 ikut lagi training selama hampir 3 bulan. Ketika pindah kerja yang handle pesawat Brunei dan Singapura training lagi untuk pesawat B767 dan juga Airbus 320 di Brunei dan Singapura . Lalu untuk manajemen kadang ikut maintenance and Engineering managerial di İATA di Geneva ikut workshop khusus Aviation law dari eu easa di Laos dan masih banyak lagi. Kalau workshop yang tiga hari sd seminggu bisa di Bangkok Singapura Sydney bahkan dimana saja. Kalau pas jadi dosen, tinggal cerita aja pengalaman dapat deh sertifikat ! Kalau sekarang mesti ada training dulu ..
WASITH channel
Menjadi Kaya merupakan salah satu motif terkuat hidup manusia, sehingga upaya melanggengkan kekayaan dalam keluarga dan anak turunnya menjadi motif berikutnya. Pun demikian, menjadi orang berkuasa dan meneruskan pada keluarga dan anak turunnya. Maka terbentuklah "dinasti"
Ahmed Nurjubaedi
KISAH KAYA ----- Budi temanku SD dulu tak begitu pintar/ Tapi kami satu kelas sungguh suka bermain dengan ia/ Sebab enteng saja ia bilang, ayo tak belikan es tung-tung// Jono temanku yang pintar di SMP dulu/ Punya kaos Metallica yang keren/ Padahal bapaknya buruh tani biasa/ Saat sudah lulus temanku Jack si tidak pintar buka kartu/ Jono yang mengerjakan semua PRnya// Masa SMA tak perlulah aku cerita/ Membuat dada sesak saja// Jaman kuliah aku yg bodoh ini tambah mengerti/ Temanku yang pintar 5i punya pacar/ Yang Bli Putu jauh lebih ganteng/ IPK nya juga cuma dua koma/ Tapi setiap ke kampus ia bawa Lancer/ Diriku?/ Teman-teman perusuh janganlah terlalu sadis membayangkan// Siapa yang tidak mau kaya?/ Ah, menjawabnya bisa jadi debat kusir/ Saudara Tionghoa kita memang bijaksana/ Berurusan dengan setan atau dewa/ Kekayaan jua yang bicara/ Apatah dengan manusia//
Liáng - βιολί ζήτα
Family Constitution yang dibahas CHDI hari ini sepertinya "lebih ke gaya Spanyol dan Amerika" yang dikenal dengan istilah "Protocolo Familiar" yang digagas oleh John L. Ward dan Miguel Ángel Gallo pada awal tahun 1990-an. John L. Ward adalah Profesor Management (Kellogg School of Management - Northwestern University) di Illinois, Amerika Serikat. Miguel Ángel Gallo - Profesor Management dan Peneliti yang berasal dari Barcelona, Spanyol. Sedangkan dibelahan Dunia Timur, padanan Family Constitution in Business dikenal dengan istilah 家族憲法 (Jiāzú xiànfǎ). Konon, 家族憲法 (Jiāzú xiànfǎ) dikembangkan dari "kearifan lokal mereka sejak zaman dahulu" yang terkait dengan Family Constitution in General yang dikenal dengan istilah 家憲 (Jiā xiàn). Dan..... sepertinya 家憲 (Jiā xiàn) ataupun 家族憲法 (Jiāzú xiànfǎ) bisa menjawab pertanyaan Oom Juve Zhang pada komentar di bawah..... "Hidup jangan melihat manisnya saja gimana kalau sang ayah mewariskan hutang ....." Halooooo..... doktor Hadi Cahyadi, 家憲 (Jiā xiàn) ataupun 家族憲法 (Jiāzú xiànfǎ) sudah ada sebelum Nenek-moyang Bapak lahir..... (isengnya Liáng mulai kumat, wkwkwkwkwk.....)
yea aina
Yang cukup menggembirakan Hadi Cahyadi: Sudah muncul kesadaran, bahwa meritokrasi harus diterapkan diantara anggota keluarga. Yang memimpin perusahaan keluarga, dipilih berdasarkan kemampuan terbaiknya. Sudah teruji pada jenjang karir sebelumnya berprestasi. Agak beda dengan pemimpin yang menang di pemilihan langsung. Terpilih karena popularitas. Disukai mayoritas pemilih. Maka jangan heran, pun "prestasinya" biasa saja, bisa menjadi pendongkrak popularitas kalau dikemas secara dramatik. Lebay.
HONDA CBR150R
Menantu bukan anggota keluarga? itu mesti diklarifikasi. menantu laki2 masih bisa diterima(anak perempuan menikah ke keluarga lain). menantu perempuan(anak perempuan yang masuk ke keluarga kita). Dalam prakteknya justru menantu perempuan ini yang banyak kuasa di keluarga(apalagi kalau suaminya paling kaya di keluarga) dan perusahaan(apalagi ikut suaminya bekerja mengurus perusahaan). coba saja bilang sama Galuh Banjar dan Istri pak boss Cimory kalian bukan anggota keluarga kami tapi orang yang tiba2 masuk ke keluarga kami.
Kurniawan Roziq
Disway hari ini kok pas ya dengan berita pemerintah Singapura take over rumah eks lee kuan yew , karena anaknya tidak akur padahal baru generasi kedua
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Yang bisa ikutan Workshop "Family Constitution" itu pertama: punya family alias keluarga. Kalau Anda bujang ya buat apa ikutan workshop. Eh, bener kan, ya? Kedua: Anda punya sesuatu yang akan Anda wariskan dan warisan itu "sumber uang" alias masih akan terus menghasilkan uang dalam waktu yang panjang. Sumber uang itu umumnya perusahaan, tapi bisa juga berupa hak royalti, hak paten, properti yang disewakan, dll. Perusahaan saya masih kecil. Tapi karena ssya punya cita-cita itu bakal besar, maka saya juga ingin ikutan workshop itu. Tujuannya, ketika saya "is dead", sumber uang itu tetap bisa jalan dan menghidupi ahli waris secara adil. Namun yang paling saya pikirkam adalah bagaimana jika anak-anak saya punya pekerjaan yang uangnya lebih besar dari perusahaan saya. Pasti mereka tak mau melanjutkan usaha saya. Makanya sempat saya bilang ke anak saya, "Carilah pekerjaan atau bangun usaha sendiri sekaligus mencari pengalaman dan networking. Tapi andai sampai 5 tahun sebelum bapakmu pensiun nanti kok hasil kerjamu tak lebih bagus dari usaha bapak, kamu kerja di perusahaan bapak saja. Nanti bapak dampingi selama 5 tahun sampai bapak pensiun."
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Hehe maaf untuk semua. Saya dibully jauh lebih parah di X. Yang mengkafirkan pun banyak. Ini saya baru bahas warisan di sini. Belum bahas soal hukum potong tangan, soal hukum negara, hukum pernikahan, hingga budaya sehari-hari Nabi yang dianggap hukum Islam (padahal cuma budaya) atau bahkan spesifik bahas jilbab. Ah, banyak sekali. Tentu saya tahu risikonya karena saya juga pernah di posisi menyalahkan orang yang berpikir progresif. Namun saya juga punya banyak alasan kenapa sekarang menjalankan agama seperti itu. Yang jelas, Islam jadi sangat masuk akal diyakini saat Anda berpikir seperti saya. Tapi kalau standarnya adalah diri Anda sendiri yang memang sejak bayi sudah beriman, ya Anda akan tak mau tahu pendapat orang non-muslim yang bilang Islam tak masuk akal. Anda cuma akan menilai orang-orang non-muslim yang berpendapat seperti itu dengan kalimat: mereka belum dapat hidayah
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Dalam menjalankan agama saya (Islam), saya termasuk sangat progresif. Sengaja saya tak memakai kata "liberal" karena istilah Islam Liberal di Indonesia itu sudah "dibenci" dulu bahkan sebelum menjelaskan bagaimana liberalnya. Padahal menurut saya, berpikir liberal (eh, maksud saya: progresif) dalam beragama itu adalah keniscayaan karena dunia terus berubah, bahkan perubahannya makin cepat. Saya menulis banyak tentang pemikiran saya itu di X (Twitter) dengan tagar #islammasadepan dan #islamdenganlogika. Bagi saya, beragama itu harus pakai logika. Dan Islam di masa depan itu harus berubah cara berpikirnya. Kalau tidak, akan sulit diterima logika generasi berikutnya. Salah satunya adalah tentang "Family Constitution". Iya, hal seperti itu termasuk dalam pembahasan #islammasadepan. GARIS BESAR dari Islam Masa Depan yang ssya tulis adalah: Tidak ada hukum Islam YANG BAKU, atau tetap, untuk urusan hablumminannas atau urusan sesama manusia. Jika selama ini ada aturannya di Quran atau Hadis, itu adalah contoh bagaimana Islam memberikan solusi sesuai kondisi yang ada (di waktu dan tempat Nabi Muhammad hidup). Namun semua bisa berubah. Termasuk soal Hukum Waris yang kalau dikembangkan akan menharah kepada Family Constitution. Misal soal anak laki-laki dapat 2 kali harta waris anak perempuan. Bagi saya itu bukan hal yang bisa diterapkan di masa depan. Bahkan sekarang pun sudah banyak yang tak mau pakai aturan itu.
Liam Then
Konstitusi negara dalam hal pemerataan akses kesejahteraan dan kekayaan nasional kepada anak-anak bangsa bagaimana? Tambang batu bara ratusan hektar, konsesi lahan ratusan hektar kok boleh sekenanya diberikan kepada satu orang saja? Apakah ada peraturan khusus untuk bikin supaya seimbang? Bagaimana bila pajak konsesi, dibikin tinggi lebih dari biasa? Misalnya 45-47% pada margin? Dan bagaimana pula distribusi kekayaan nasional dalam bentuk infrastruktur non bayar (bukan tol) ? Supaya bisa dinikmati seluruh orang tanpa kecuali? Bagaimana pula akses energi ? Yang tak usahlah dibilang subsidi besar-besaran, cukup jaminan 100% keberadaan dan keberlangsungannya saja seperti listrik anti byarpet, hidup 24jam x 365 hari. Jaminan antri pendek BBM, stock tak pernah habis di SPBU, tak pernah langka. Kalau begitu, apakah negara kita kalau dicerminkan ke kejadian akhir-akhir ini, masih kurang elok dalam pelaksaan konstitusi distribusi kekayaan nasional? Sampai-sampai pejabat punya simpanan /titipan (katanya) setara emas di pucuk Monas.
Muh Nursalim
Ya. Istri adalah penjaga gawang. Agak mirip sanepo ibrahim. Suatu hr ia datang k rmh ismail d mekah. Yg ada hanya istrinya. Sang menantu judes banyak ngeluh dan menjelekkan suaminya. Saat mo.pulang ibrahim berpesan. " kalo suamimu pulang dia suruh ganti palang pintunya". Ismailpun pulang. Dan dia kasih penjelasan "palang pintu itu kamu. Maka sekarang kamu saya kembalikan kpd bapakmu". Kali lain ibrahim dtg lagi. Jyga nda ketemu ismail. Si menantu santun bersyukur dan ceria. Maka ibrahim bilang. " kalo suamimu pulang palang pintunya suruh memperkuat.
yea aina
Dengan menyusun konstitusi keluarga, diharapkan proses alih generasi pengelola perusahaan bisa baik. Damai tanpa konflik keluarga. Siapapun yang dipilih sebagai CEO, tapi kepemilikan perusahaan "menurun" dari orang tua kepada anak. Mongomong hal menurun, menurut survey SMRC terbaru, ada yang tingkat kepuasan publiknya menurun. Mungkin publik mulai jenggah, karena beda pidato dengan faktual yang terjadi di masyarakat. Pidatonya: tingkat pengangguran menurun, tingkat kemiskinan menurun. Audiens yang mendengar, cuma bisa mbatin: iya kemiskinan "menurun", dari bapak ke anak-anaknya. Maka tidak perlu pusing, mikir membagi dan menyerahkan perusahaan. Miskin menurun otomatis.
Ferdy Holim
Bicara soal konstitusi, ada negara besar yang tidak punya konstitusi tertulis. Maksudnya tidak punya konstitusi yang terkodifikasi dalam satu dokumen tertulis tunggal. Negara itu adalah Britania Raya. Konstitusi Britania Raya terdiri dari: (1) berbagai undang-undang dan peraturan mengenai berbagai hal yang menyangkut ketatanegaraan yang dibuat dari waktu ke waktu; (2) berbagai jurisprudensi pengadilan mengenai berbagai hal yang menyangkut ketatanegaraan yang dibuat dari waktu ke waktu; (3) berbagai konvensi ketatanegaraan, yaitu norma-norma tidak tertulis yang berlaku dalam praktik ketatanegaraan, baik yang bersumber dari adat istiadat kuno maupun dari kebiasaan-kebiasaan yang berkembang dan menjadi mapan seiring perjalanan sejarah ketatanegaraan. Kalau harus punya konstitusi keluarga, saya pribadi lebih suka konstitusi yang model Britania Raya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 53
Silahkan login untuk berkomentar