JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang sekadar sebagai dokumen sejarah maupun slogan yang diucapkan saat upacara kenegaraan.
Namun, ia menekankan bahwa Pancasila merupakan pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara termasuk bagaimana membangun sistem ekonomi nasional.
BACA JUGA:Wapres Gibran Hadiri Puncak Waisak 2026, Ajak Seluruh Umat Buddha Terus Jadi Pelopor Perdamaian
"Salah satu tantangan besar bangsa indonesia hari ini adalah memastikan pembangunan ekonomi kita benar benar berjalan sesuai nilai-nilai pancasila," kata Prabowo dalam perayaan hari lahir Pancasila di Kemlu, Senin, 1 April 2026.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersikap jujur dalam menilai kondisi yang dihadapi.
Menurutnya, meskipun perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan selama beberapa dekade terakhir, masih perlu dievaluasi apakah hasil pertumbuhan tersebut telah dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Selama beberapa dasawarsa terakhir Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang," ujarnya.
Prabowo lalu memaparkan kekayaan-kekayaan sumber daya alam yang ada di Nusantara, yang dibutuhkan dunia modern. Mulai mineral hingga pertanian.
"Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa, kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi," ucap Prabowo.
"Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting: tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komioditas pertanian lainnya yang sangat penting," tambah dia.