Jalan di Lenteng Agung yang Amblas Rampung Diperbaiki, Rano: Petakan Titik Rawan!

Selasa 02-06-2026,19:42 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : M. Ichsan

Rano menuturkan berdasarkan hasil penelusuran teknis, kerusakan dipicu pengeroposan struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.

BACA JUGA:Peringatan dari Solo Raya Jelang Muktamar ke-35 NU: Orientasi Kepada Perbaikan, Jangan Asal Pilih Pemimpin

“Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa,” ungkap Rano.

Ia menjelaskan, penanganan saluran di kawasan tersebut memiliki tantangan teknis karena aliran air di bawah jalan berasal dari Waduk Universitas Indonesia dan melintas di bawah rel kereta api.

Karena itu, perbaikan tidak bisa dilakukan dengan metode penggalian biasa.

“Karena salurannya berada di bawah perlintasan rel kereta api, penanganannya tidak bisa dengan penggalian konvensional. Kami harus menggunakan metode pengeboran atau penekanan pipa langsung menuju waduk,” urainya.

Saat ini, struktur saluran penahan baru telah diperkuat menggunakan beton berkualitas tinggi K-400.

BACA JUGA:'Sangkala Nyi Mas Gandasari' Drama Musikal dengan Sentuhan Modern dan Megah akan Tampil di Graha Bakti Budaya

Penguatan itu diharapkan meningkatkan ketahanan saluran dan badan jalan agar lebih aman bagi pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA juga melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap jaringan saluran yang masih menggunakan struktur Aramco berusia tua.

Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi titik rawan dan mempercepat mitigasi jika ditemukan potensi kerusakan serupa di lokasi lain.

Proses inventarisasi titik rawan masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk pemetaan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum yang sebagian infrastrukturnya juga telah berusia tua.

“Kami tidak ingin menutup-nutupi risiko yang ada, tetapi fokus pada langkah antisipasi. Semua skenario harus disiapkan. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk agar mitigasi dan penanganan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” tutur Wagub Rano.

Kategori :