JAKARTA, DISWAY.ID-- Pebulu tangkis tunggal putri, Putri Kusuma Wardani berambisi untuk menaklukkan Chen Yu Fei di babak perempat final Indonesia Open 2026.
Pertandingan tersebut sekaligus menandai pertemuan keempat Putri KW sapaan karibnya dalam kompetisi internasional.
BACA JUGA:Lemhannas Tutup Pendidikan P3N XXVII, Brigjen Pol Ade Ary Jadi Lulusan Terbaik
Dalam tiga kali pertemuan itu, atlet berusia 23 tahun belum pernah memetik satu kali kemenangan saat berhadapan dengan wakil Tiongkok.
Pertemuan terakhir Putri KW terjadi saat bertanding di Swiss Open 2025. Saat itu, Wanita berdarah Tangerang harus menelan kekalahan telak dengan dua game langsung, 15-21 dan 14-21.
Peraih medali emas Spain Masters 2021 bertekad memberi perlawan terhadap unggulan keempat dalam kompetisi tersebut.
BACA JUGA:Rupiah Anjlok, IHSG Kembali Ditutup Melemah di Level 5.846
Sebab, ia percaya dengan adanya dukungan dari pecinta bulu tangkis Indonesia bisa menjadi tambahan bensin untuk menumbagkan Chen Yu Fei di Istora Senayan, Jakarta.
"Dan untuk besok aku bisa melawan Chen Yu Fei di rumah sendiri yang pastinya penonton juga masih support ke aku dan aku pengen besok bisa bermain lebih baik lagi dan bisa menang tentunya untuk mecahin telur," ungkap Putri KW di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
Meski begitu, pelatih tunggal putri, Imam Tohari juga menyoroti lemahnya Putri KW ketika berhadapan langsung dengan setiap atlet unggulan empat kebawah.
Menanggapi hal tersebut, Putri KW pun tidak membantah pernyataan yang disampaikan Imam. Melihat dirinya kerap kehilangan fokus di tengah pertandingan.
BACA JUGA:Stabilitas Kunci Kelancaran Pembangunan, Mendagri Kembali Ingatkan Forkopimda Jaga Soliditas
"Kalau untuk melawan top 4 menurut aku memang dari awal kita harus bener-bener fokus dan apa ya, konsistensi memakai teknik dan pola yang kita inginkan itu ketika kita dapat poin kita harus konsisten dengan itu sih," jelas Putri KW.
"Karena top 4 menurut aku mereka mempunyai fokus yang sangat luar biasa kuat lah bisa dibilang fokusnya. Jadi kayak nggak gampang goyang juga ketika mereka tertinggal ataupun unggul jauh," tutup dia.