Purbaya Sebut Sentimen Negatif Jadi Biang Pelemahan Rupiah dan IHSG

Minggu 07-06-2026,11:51 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dan menurunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikarenakan adanya persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Menurut Purbaya, berbagai instrumen kebijakan yang dimiliki pemerintah dan bank sentral telah dijalankan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

BACA JUGA:Purbaya Bantah MBG dan Koperasi Desa Bebani Fiskal, Yakini Defisit Bisa Terjaga di Bawah 3 Persen

Namun, sentimen negatif yang berkembang di pasar masih menjadi tantangan utama.

"Jadi kendala utamanya adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita yang tidak terlalu benar," ujar Purbaya, Minggu, 7 Juni 2026.

Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang baik. Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tetap sehat, sementara pertumbuhan ekonomi juga masih terjaga.

"Karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus," katanya.

BACA JUGA:Rupiah Masih Melemah, Istana Pastikan Pemerintah Terus Lakukan Koordinasi Secara Intens

Purbaya juga melihat aktivitas ekonomi di berbagai sektor masih menunjukkan tren peningkatan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikasi bahwa kondisi perekonomian nasional masih berada pada jalur yang positif.

"Sampai sekarang kalau kita lihat ke mana-mana, seluruh aktivitas ekonomi meningkat," ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui sebagian pelaku pasar terpengaruh oleh berbagai narasi negatif mengenai kondisi ekonomi nasional. Persepsi tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil yang terjadi.

"Tapi ketika persepsi dibilang kita mau hancur dan segala macam, sebagian orang terpengaruh," tuturnya.

Eks Ketua LPS ini menegaskan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) akan memperkuat koordinasi, untuk menghilangkan persepsi negatif yang berkembang di pasar dan memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

"Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga erat, cuman kita lebih eratin lagi," jelas Purbaya.

Kategori :