Analis Prediksi IHSG Masih Berpeluang Hijau
Papan perdagagan IHSG di BEI, Jakarta. -ist-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebanyak 132,32 poin atau 2,10 persen ke level 6.182,99 pada perdagangan Jumat (24/7/2026).
Pelemahan dipimpin sektor Consumer Cyclicals yang turun 3,04 persen dan Basic Materials yang melemah 3,02 persen, berdasarkan data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Indeks LQ45 ikut tertekan. Indeks yang berisi 45 saham unggulan itu ditutup turun 12,33 poin atau 1,97 persen ke level 614,79.
BACA JUGA:IHSG Ambruk di Pembukaan Senin, Turun ke Level 6.147 Usai Kabar Perry Warjiyo Mundur dari BI
Pada pembukaan tadi, IHSG memerah seiring kabar terbaru dinamika di Bank Indonesia.
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada, ambruknya IHSG ke zona merah lebih dipengaruhi respons investor terhadap kenaikan harga minyak dunia.
Harga minyak mentah Brent tembus USD 100 per barel imbas eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
“Sentimen negatif disebabkan oleh pengumuman tarif baru oleh Presiden Donald Trump dan kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi Timur Tengah,” kata Priyambada kepada Disway, Senin (27/7/2026).
Meski demikian, candle terakhir IHSG masih berada di atas Moving Average 20 (MA20) dengan indikator MACD membentuk golden cross. Priyambada memproyeksikan IHSG berpeluang menguat pada perdagangan Senin ini.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support 6.125 dan resistance 6.250 dengan kecenderungan menguat,” ujarnya.
Rekomendasi Saham
Berikut empat saham potensial yang direkomendasikan analis:
BBCA - Buy
Harga masih di atas MA20.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: