Terjun Bebas Jelang Akhir Pekan, IHSG Ambruk 0,47 Persen di Penutupan
Laju IHSG saat sesi perdagangan -Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kendati dibuka dengan menguat di zona hijau pada perdagangan Jumat 4 September 2026 ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berbalik arah dan kian bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan.
Tekanan jual yang terjadi membuat IHSG akhirnya kembali menutup perdagangan di zona merah pada Jumat sore. Pelemahan ini sekaligus menghapus penguatan yang sempat dibukukan indeks pada awal perdagangan.
Dalam hal ini, IHSG mengakhiri sesi perdagangannya dengan melemah sebanyak 31,42 poin, atau setara dengan 0,47 persen ke level 6.636,48.
BACA JUGA:IHSG Ambruk ke Zona Merah di Sesi I, Analis Masih Lihat Peluang Penguatan
Pergerakan IHSG tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cukup berhati-hati.
Investor tampaknya masih mencermati berbagai sentimen global, khususnya perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).
Di sisi lain, tekanan serupa juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45. Indeks tersebut turut terpuruk dan mengakhiri perdagangan Jumat sore di zona merah.
Indeks LQ45 tercatat melemah sebanyak 5,19 poin, atau jatuh sebesar 0,78 persen ke level 657,59.
BACA JUGA:IHSG Makin Perkasa, Ada Kabar Penting dari AS yang Bisa Jadi Penentu Arah Pasar
Ekspektasi Suku Bunga Menurun
Sementara itu, data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa indeks utama bursa saham AS atau Wall Street ditutup mayoritas menguat pada perdagangan sebelumnya.
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, sentimen positif di pasar saham AS salah satunya dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Ekspektasi tersebut turut dipicu oleh pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang memberikan sinyal terkait arah kebijakan suku bunga apabila tekanan inflasi di AS mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
"Pernyataan Christopher Waller yang akan mendukung suku bunga tetap apabila data menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda," tutur Priyambada.
BACA JUGA:IHSG Tutup Perdagangan di Zona Merah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Biang Kerok
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: