Menurutnya, sehebat apa pun sistem yang dibangun tidak akan berjalan baik apabila dijalankan oleh sumber daya manusia yang tidak berintegritas.
Ia bahkan mengusulkan proses pemilihan pimpinan Danantara dilakukan secara terbuka melalui mekanisme seleksi yang melibatkan publik sehingga figur yang terpilih memiliki legitimasi dan rekam jejak yang jelas.
"Kalau perlu dilakukan seleksi terbuka. Dibentuk tim seleksi yang mencari beberapa kandidat terbaik, kemudian dipilih yang paling memenuhi syarat. Dengan begitu publik bisa ikut mengawasi," ucapnya.
Trubus juga menilai pemimpin Danantara tidak harus berasal dari latar belakang teknis tertentu.
Terpenting, menurutnya adalah kemampuan manajerial dan kepemimpinan dalam mengelola organisasi besar.
"Memimpin lembaga seperti Danantara tidak harus orang yang memiliki latar belakang spesifik di bidang tertentu. Yang penting kemampuan manajerialnya kuat, integritasnya baik, dan mau mendengar masukan dari para ahli," sebutnya.
Ditegaskannya, keberhasilan Danantara pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh profesionalisme pengelola serta komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas lembaga tersebut.
"Kalau dikelola secara profesional, transparan, dan bersih, Danantara berpotensi menjadi instrumen strategis yang mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global sekaligus meningkatkan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat." tandasnya.
Reporter: Candra Pratama, Rafi Adhi