SHANGHAI, DISWAY.ID-- Bank Mandiri mencetak sejarah sebagai bank pertama di Indonesia yang terhubung langsung dengan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Keanggotaan sebagai direct participant ini memperkuat konektivitas transaksi keuangan antara Indonesia dan China, khususnya dalam penggunaan mata uang Renminbi (RMB).
BACA JUGA:Ada Kampus yang Tetapkan Biaya Masuk Rp1,5 miliar, Ini Respons Ketua Komisi X DPR
Peresmian dilakukan di Shanghai dan dihadiri sejumlah otoritas penting, termasuk Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo serta Gubernur People’s Bank of China Pan Gongsheng.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama ekonomi bilateral yang kian strategis.
Dengan terhubung langsung ke CIPS, Bank Mandiri kini mampu menghadirkan layanan transaksi lintas negara berbasis RMB yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
Proses pembayaran yang sebelumnya melibatkan banyak perantara kini dapat disederhanakan, sehingga meningkatkan kepastian dan keandalan transaksi internasional.
BACA JUGA:Jemaah Haji Indonesia Padati Raudhah, Kuota Daker Madinah Capai 8.000 Orang per Hari
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menyebut capaian ini sebagai langkah penting dalam memperkuat layanan global perseroan.
Menurutnya, konektivitas langsung ke jaringan pembayaran internasional akan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, khususnya yang memiliki hubungan bisnis dengan China.
Selain meningkatkan efisiensi, "Bank Mandiri juga memperluas fleksibilitas layanan dengan memperpanjang waktu operasional transaksi RMB.
“Hal ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan nasabah korporasi, investor, hingga pelaku ekspor-impor yang terus berkembang," ujar Timothy.
BACA JUGA:Polda Metro Bekuk Pengedar Sabu dan Ekstasi, Sasar Remaja Lewat Sistem COD
Kehadiran Mandiri dalam ekosistem CIPS juga memperkuat implementasi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China.
Timothy kembali menambahkan bahwa dengan posisi China sebagai mitra dagang utama Indonesia, dukungan infrastruktur pembayaran yang andal menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional.