JAKARTA, DISWAY.ID - Tak sekadar mengejar tampilan awet muda, masyarakat kini semakin memperhatikan kesehatan dan kualitas kulit dalam jangka panjang.
Perubahan tren tersebut turut mendorong berkembangnya regenerative aesthetics, pendekatan dalam dunia estetika yang berfokus pada stimulasi proses regenerasi alami kulit.
Topik ini menjadi sorotan dalam acara REVOK50 Skinfluencer Advocacy yang diselenggarakan Redo Marketing Indonesia di Tangerang, dengan mengangkat tema “Exploring REVOK50 2.0: Beyond Bio-Stimulation”.
Acara ini menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan dokter estetika, pemangku kepentingan industri, serta para skinfluencer untuk mendiskusikan perkembangan terbaru dalam dunia regenerative aesthetics yang tidak hanya berfokus pada peremajaan kulit, tetapi juga pada pendekatan yang lebih holistik dalam meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi regeneratif.
BACA JUGA:Mengenal Perbedaan Filler dan Collagen Stimulator untuk Perawatan Kulit Lebih Awet Muda
Membuka acara, Mr. David Teh, selaku Chairman of Redo Marketing Indonesia, menyampaikan bahwa inovasi dalam dunia estetika harus senantiasa didukung oleh edukasi ilmiah yang kuat serta kolaborasi berbagai pihak untuk memberikan manfaat optimal bagi pasien.
"Melalui REVOK50 Skinfluencer Advocacy, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang menggabungkan perspektif ilmiah, pengalaman klinis, serta suara dari para advokat kecantikan untuk memperluas pemahaman mengenai regenerative aesthetics. Kami percaya bahwa masa depan estetika tidak hanya tentang memperbaiki tampilan kulit, tetapi juga mendukung proses regenerasi yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah," ujar Mr. David, CEO Redo Marketing Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Hengki Manaek, selaku National Sales Manager REVOK50, menekankan komitmen REVOK50 dalam menghadirkan inovasi yang didukung oleh edukasi berkelanjutan bagi para tenaga medis di Indonesia.
BACA JUGA:Kulit Kusam dan Tubuh Cepat Lelah? Ini Rahasia Perawatan dari Dalam agar Awet Muda
"REVOK50 terus berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan praktik estetika modern. Melalui program advocacy seperti ini, kami berharap dapat memperkuat pemahaman mengenai konsep Beyond Bio-Stimulation serta mendukung dokter dalam memberikan hasil yang optimal dan berorientasi pada kepuasan pasien," ungkap Hengki Manaek.
Acara ini turut menghadirkan sesi Global Success Story yang dibawakan oleh Valeriia Minchenko, MD, yang membagikan pengalaman internasional terkait perkembangan REVOK50, pendekatan regenerative aesthetics, serta bagaimana konsep Beyond Bio-Stimulation telah menjadi bagian dari evolusi praktik estetika modern di berbagai negara.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, sejumlah dokter estetika terkemuka turut menjadi sorotan dalam diskusi ilmiah dan berbagi pengalaman klinis terkait penggunaan pendekatan regeneratif dalam praktik sehari-hari, di antaranya ZAP Clinic, dr. Gaby Syerly, M.Biomed AAM, dr. Imelda Tjoe, AAAM (USA) dari Medan, M.Biomed (AAM), MHum, MKes, dr. Eva Yuliana, dr. Tan Yuanita, dr. Chen ik Cen M.Biomed (AAM), dan Euromedica Clinic, juga dr. Alfi Hidayati, M.Kes dan dr. Nina Andriana M.biomed, M.kes, M.hum, dr. Beatrix Isabella, Dipl.AAAM, memberikan perspektif mengenai pentingnya pemahaman ilmiah, pengalaman klinis, serta kepuasan pasien dalam mendukung penerapan inovasi estetika yang aman dan efektif.
BACA JUGA:10 Potret Keseruan Konser F✦FOREVER, Jerry Yan dan Vic Zhou Puji Fans Awet Muda
Berbagai sesi ilmiah yang diselenggarakan membahas topik-topik penting, mulai dari scientific evidence di balik REVOK50, pengalaman klinis dan tingkat kepuasan pasien, evolusi skin booster dalam praktik estetika modern, hingga peran asam amino dalam regenerasi dan perbaikan kualitas kulit.
Selain itu, diskusi juga menyoroti bagaimana REVOK50 diposisikan sebagai solusi premium dalam tren regenerative aesthetics saat ini.