Sadean Internasional

Sadean Internasional

--

Saat pertama bikin perusahaan bentuknya masih CV. Tapi nama CV-nya sudah keren: CV Sadean Internasional. ”Sadean” --adalah versi halus bahasa Jawa ”dodolan”. Artinya: jualan.

Ia memang orang Jawa. Asli Tulungagung. Tapi nama suksesnya sudah sangat khas Malaysia: Raden Datuk Diraja Mohammad Iman Hascary Kusumo.

Di masa kecilnya di desa Ariyojeding, kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Datuk kita ini biasa dipanggil Dimyani. Dim.

Ketika Dim berumur lima tahun ayah-ibunya meninggalkan Ariyojeding menuju Malaysia. Sebelum berangkat ayah Dim jualan kacang. Keliling desa pakai sepeda. Di mana ada tontonan wayang kulit ayah Dim jualan kacang ke sana. Sedang ibunda jadi tukang jahit.

Dari Malaysia sang ayah kirim uang untuk sekolah Dim bersaudara. Sampai tamat SMP Dim masih di Rejotangan. Setelah itu masuk SMK di Blitar. Lalu ke teknik mesin ITN Malang.

Sang ayah menjadi TKI di kebun sawit. Di Selangor, tidak jauh dari Kuala Lumpur. Ribuan orang Tulungagung pergi bekerja di Malaysia.

Lama-lama ibunda Dim buka toko kecil-kecilan di Selangor. Jualan kacang dan kerupuk. Dim pun menyusul ke Malaysia: ingin kuliah S-2 dan tidak jauh dari orang tua.

Tiga orang saudara Dim juga menyusul ke Malaysia. Bahkan yang dua orang sudah menjadi warga negara Malaysia. Sambil kuliah S-2 Dim berpikir harus kerja apa. Dim pun membuat keputusan: berbisnis. Dagang. Ia ingin mengembangkan usaha sang ibu. Caranya: ia datangkan barang-barang makanan dari Indonesia untuk dijual di toko ibunya.

Maka Dim mondar-mandir Selangor-Tulungagung: kulakan. Kerupuk, kue-kue kering, sampai pun petis. Orang-orang Indonesia di sana ternyata tetap ingin makan makanan seperti di Indonesia.

Setiap kali pulang ke Jatim Dim keliling ke UMKM untuk cari produk mereka. Lalu Dim mendirikan CV tadi: CV Sadean Internasional.

Lama kelamaan Dim mendirikan toko grosir bahan makanan Indonesia di Malaysia. Usahanya terus berkembang. Dari CV menjadi PT. Dari satu grosir menjadi 10 grosir: Indogrosir Group.

Setelah terlihat sukses teman-temannya mulai tidak memanggilnya Dim.

"Teman-teman mulai memanggil saya Datuk," ujar Dim.

Lama-lama ia memperkenalkan diri dengan nama Datuk Diraja Dimyani. Dan di kalangan bisnis di Malaysia nama lengkapnya lebih panjang lagi: Raden Datuk Diraja Mohammad Iman Hascary Kusumo.

"Itu bukan nama resmi saya. Itu nama dagang saya," ujar Datuk. "Kan tidak ada gelar Datuk Diraja di Malaysia" tambahnya.

Dengan nama Datuk kelihatannya usahanya kian sukses. Indogrosir kini sudah berdiri di 10 negara bagian di Malaysia. Sebulan sudah lebih 10 kontainer diekspor ke Malaysia.

Tiga hari lalu Datuk menemui saya di rumah dekat Pacet. Ini kali ketiga Datuk ke Pacet. Ia pernah ikut "muktamar" Perusuh Disway di situ.


--

"Saya juga baru pulang dari Amerika. Sayang kita tidak bisa bertemu di sana," ujar Datuk.

Saat dari Amerika saya ke Kanada, Datuk dari Amerika ke Mexico City. Ia berusaha nonton Piala Dunia di ibu kota Meksiko itu. Meski tidak dapat tiket Datuk tetap ke stadion Piala Dunia. Siapa tahu ada tiket dijual. Setidaknya bisa ikut nobar di kompleks stadion. Ikut merasakan pesta kemenangan tuan rumah.


--

Dari Meksiko Datuk ke Bogota, ibu kota Colombia. Ia menyaksikan bahwa busway di Jakarta persis sama dengan di Bogota. Dari Bogota ia terbang 1,5 jam ke arah selatan: ke kota kecil di tengah hutan, di pinggir sungai Amazon: kota Leticia.

Datuk ke Leticia karena unik: dengan ke Leticia berarti sekaligus ke tiga negara: Colombia, Brazil, dan Peru.

Datuk cukup ke pertigaan jalan. Sedikit melangkah ke situ sudah masuk wilayah Brazil. Lalu melangkah ke samping masuk wilayah Peru. Tanpa lewat imigrasi. Tanpa visa. Tapi juga tidak bisa melihat apa-apa. Kota kecil itu jauh dari pusat keramaian negara masing-masing.


--


--

Itu sudah cukup membuat daftar Datuk tambah panjang: sudah langsung pernah ke 53 negara --yang sebelumnya 50 negara.

Datuk, bagi Anda, adalah contoh "kabur" yang sukses. Mungkin karena kaburnya bukan ke Yaman. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 30 Juli 2026: Pulih Percaya

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KEPERCAYAAN ITU MATA UANG.. Uang bisa dicetak. Kepercayaan tidak. Sekali retak, mencetaknya perlu waktu. Bahkan kadang perlu pergantian generasi. Itulah pelajaran paling mahal dari 1998-1999. Habibie tidak punya tongkat sihir. Yang ia kirim justru sinyal. Lalu sinyal itu dibuktikan dengan tindakan. Pasar ternyata lebih percaya pada konsistensi daripada pidato. Hari ini tantangannya berbeda. Krisisnya tidak sedramatis dulu. Justru itu yang membuat pertanyaan menjadi lebih tajam: mengapa kepercayaan belum juga pulih? Barangkali pasar tidak menunggu janji baru. Pasar menunggu bukti baru. Investor memang unik. Mereka tidak punya KTP Indonesia. Tapi hafal membaca arah angin. Kalau anginnya konsisten, mereka datang. Kalau anginnya berubah-ubah, mereka pergi. Mungkin benar kata pepatah pasar: rupiah bukan sekadar angka di layar. Ia adalah termometer kepercayaan. Dan termometer tidak pernah berbohong. Yang sering salah justru orang yang menolak mengukur demamnya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

NAMA BARU, NASIB BARU? Bagian paling menggelitik dari tulisan Pak Dahlan hari ini bukan soal Bank Bali. Melainkan soal ganti nama. Dari Rudy Ramli menjadi Rudhi Djaja Li. Saya langsung teringat teman sekolah. Dulu namanya Slamet. Setelah usaha seret, berganti nama jadi Vincent. Yang berubah ternyata hanya tanda tangannya. Psikologi memang mengenal placebo effect. Seseorang bisa menjadi lebih percaya diri setelah merasa memulai hidup baru. Semangat naik. Cara berpikir berubah. Kinerja ikut membaik. Itu ada penjelasan ilmiahnya. Tetapi, kalau laporan keuangan tetap merah, utang tetap menumpuk, dan manajemen tetap semrawut, nama baru pun hanya akan membuat kartu nama lebih mahal. Jadi, silakan ganti nama bila ingin. Tidak ada larangan. Asal jangan berharap neraca keuangan ikut berganti hanya karena huruf vokalnya bertambah. Bank tidak membaca feng shui. Bank membaca arus kas.

Thamrin Dahlan YPTD

Kepercayaan tidak bisa dibeli bersebab tidak ada jual beli. Ketika kepercayaan hilang maka hilang pulalah harga diri. Bukan saja berlaku untuk orang perorangan namun juga berlaku kepada instansi dan berujung pada pemerintahan. Hasil survei independent terakhir kepercayaan publik menurun . Ya sudahlah tidak usah marah marah apalagi saling menyalahkan. Itu kata perusuh bersebab dua tidak berdaya bisa berbuat apa untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Biarlah penguasa bareng pegusaha rembukan bersama bagaimana mengembalikan kepercayaan. Kerja yang benar tidak korupsi dan paling penting perbaiki pola komunikasi dengan rakyat. Sementara perusuh tak pernah rusuh bersebab selama disway hadir tepat waktu pkl 04.00 itu sudah satu kepercayaan bahwa kita masih ada asa. Paling tidak berceloteh bebas menyuarakan hati nurani . Syukur syukur bermanfaat bagi orang di atas sana. Ikhlas ya man - teman inilah kewajiban moral perusuh dengan bermacam gaya kita bernarasi literasi di nahkodai Abah. Di WAG Perusuh sudah beredar list daftar peserta gatehring dissway ke 6. Ini belum resmi tampaknya hanya sekedar mendaftar, siapa tahu terpilih ikutan musyawarah mufakat tahunan perusuh. Topik usulan musyawarah pembahasan membangun kembali kepercayaan dengan referensi Habibienomic Salamansalamun Pak Mario Semarang merasa anan dan nyaman karena sudah mendaftar sebagai perusuh setia 5 x hadir gathering. Selaman salamun

Sinta SD

Saat ini lebih susah Bah, melihat berita penangkapan KPK dimana-mana kepada para kepala daerah membuktikan korupsinya sudah sampai bawah budayanya. Klo cuma 1-2 pemimpin national yang berjanji, tapi para pemimpin di kanan kiri bawah nya cuma angguk2 tapi nggak ada yang menepati janji untuk betul2 memperbaiki diri beserta kebijakan2 yang mereka buat, mana bisa rakyat kecil seperti kami bisa percaya. Orang Jawa bilang udah hopeless ????.. Rakyat kecil macam kami ini cuma jadi pelengkap penderita,, mesti siap dengan apapun drama politik yang terjadi karena siapapun yang berkuasa, cuma rebutan hak-hak kemakmuran kami.

sigit Dwi

Tindakan dipengaruhi pikiran . Pikiran dipengaruhi informasi.. Informasi dipengaruhi uang... Uang dipengaruhi nafsu serakah... Nafsu serakah dipengaruhi jiwa yang kosong.. Yaitu jiwa yang kosong dari ruh ilahiyah... Dengan dzikrullah jiwa akan penuh dengan keselamatan... Hati menjadi tenang... Tidak silau dengan dunia yang carut marut..

Imam Hanafi

Sederhana saja. Kepercayaan itu sumbernya dari rasionalitas. Hilangkan yang tak rasional, yang Tak masuk akal, maka kepercayaan akan pulih. MBG yang membabi buta dan jadi pesta korupsi besar-besaran di satu sisi, dan menghilangkan anggaran pendidikan disisi yang lain. Atau kopdes yang ugal ugalan dengan konsep yang mentah sejak awal. Atau seragam hijau dan coklat yang masuk ke semua lini kehidupan sipil. Itu semua tak masuk akal. Berlawanan dengan akal sehat. Sulit bisa percaya kebijakan bisa se-ngawur itu. Tapi itu nyata. Dan presiden sampai detik ini tak akan membatalkan kebijakan aneh itu. Tinggal tunggu waktu ketidakpercayaan ini makin membesar dan meledak. Kita bangsa Indonesia memulai berbangsa dari nol lagi. Kasihan banget nasib rakyat indonesia

Jhel_ng

"Ekonomi kita sekarang melambat karena pelaku ekonomi kurang percaya saja." Begitu yang didengungkan. Sentimen ekonomi pada dasarnya bukan masalah percaya atau tidak percaya. Sentimen terbentuk dari penilaian. Harga sebungkus nasi 15 ribu. Karena sudah dijual dari pagi, ada orang yang menawar 5 ribu. Rugi bagi penjual, tapi bagi pembeli, doa beli barang yang memang nilainya turun, bisa jadi nasi itu sudah basi. Tidak boleh penjual bilang, "Ah basi kan kepercayaanmu saja". . Dalam lingkup negara, pelaku ekonomi bisa menilai ekonomi akan tumbuh jika, salah satunya, APBN digunakan untuk hal yang menghasilkan efek ekonomi yang lebih besar. Dalam program khusus itu, sudah gamblang terlihat bahwa nilai uangnya susut banyak. Ada nggak datanya? Ya silahkan kunjungi sekolah2 penerima manfaat.

Juve Zhang

Teman SMP ganti nama biar hoki datang ke pengadilan namanya yang baru keren banget sayapun kaget wow ini jauh dari nama dulu yg dianggap "berbau kampung" dia ganti nama yg berbau Amerika sebut saja James ..... belakangan malah sakit sakitan dan meninggal dunia....ternyata nama keren gak jaminan anda hidup sehat dan panjang umur kadang keberatan nama terlalu keren jadi beban penyandang nama itu....

Sadewa 19

Ada baiknya, presiden kurangi pidato, perbanyak jalan jalan ke luar negeri cari inspirasi. Dari sekian banyak lawatan, kayaknya tinggal negara di benua afrika dan amerika latin yg belum. Di Afrika total ada 54 negara. Sementata Amerika latin ada 20 negara. Kalau di jumlahkan ada 78 negara. Ya nggak sih....biar ada angka 8 nya. Pas banget tuh, satu kunjungan 5 hari, jadi akan ada 388 hari diluar negeri (lagi lagi biar ada angka 8 nya) hehehe. Praktis hampir 1 tahun 8 minggu di luar negeri. Terakhir bisa mampir ke Amman, Yordania di minggu ke 8. Cocok Pas, please jangan pidato pidato dulu. Mohon maaf untuk saat ini kami lebih seneng jika lihat presiden jalan jalan daripada dengar pidatonya. Hidup....Jo....

Irary Sadar

@Om JokoSp: Satu lagi, bubarkan partai-partai yang bikin negara Konoha jadi semerawut. Ubah UU Pemilu yang bikin partai-partai itu seenak udelnya mengatur jalannya Pemilihan Umum. Salah satu biang kerok rusaknya negara Konoha adalah adanya partai-partai yang kongkalikong menjarah dan merusak Konoha bersama-sama...

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Bahtiar HS.. DARI MANUFACTURING HOPE KE DISWAY.. Saya melihat ada pergeseran yang menarik. Dulu tulisan Pak Dahlan banyak berada di wilayah manufacturing hope: Membangun harapan. Isinya tentang peluang, inovasi, tokoh inspiratif, dan jalan keluar. Pembaca selesai membaca dengan energi baru. Optimisme bertambah. Harapan ikut tumbuh. ## Sekarang lebih tepat disebut Disway—Dahlan Iskan Way. Isinya lebih beragam. Kadang tetap memberi harapan. Kadang netral, sekadar menyajikan fakta. Tetapi cukup sering mengangkat sisi gelap: korupsi, tata kelola, politik, hukum, dan berbagai persoalan bangsa. Bagi sebagian pembaca, itu bisa mengusik kenyamanan, seperti yang dirasakan Pak Hasyim. Namun saya melihatnya dari sisi lain. Penyakit tidak akan sembuh jika tidak didiagnosis. Luka tidak akan pulih jika terus ditutup rapat. Harapan memang penting. Tetapi keberanian menunjukkan masalah juga sama pentingnya. Mungkin itulah "Dahlan Iskan Way": bukan sekadar membuat pembaca nyaman, melainkan membuat pembaca berpikir agar negeri ini tidak terus mengulang kesalahan yang sama.

Bahtiar HS

...sulit mana memulihkan kepercayaan saat ini dibanding tahun 1999? Jawaban sederhananya: lebih sulit tahun 1999. Tapi ada jawaban yang tidak sederhana. ### Maunya baca CHD biar menambah bahagia, lha kok tulisan dibuka dg pertanyaan sulit mana. Kita yg suruh mikir. Ada jawaban yg sederhana. Tp ada yg tdk sederhana. Jan-jannya suruh mikir jawaban yg sederhana atau yg tdk sederhana to? Bingung saya. Mestinya tadi sy gak usah baca. Tp ini sdh terlanjur separuh jalan. Apa dihentikan saja ya? Nggak usah diteruskan. Tp kalau gak diteruskan, takutnya jadi kepikiran. Hingga terbawa mimpi. Kalau diteruskan takutnya tambah pusing mikirin yg bukan urusan. Oalah, Gusti. CHD hari ini telah mengusik rasa bahagia hamba-Mu ini.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

HABIBIE DAN SINGAPURA.. Hubungan Presiden Habibie dengan Singapura memang sempat dingin. Perdana Menteri Singapura saat itu adalah Goh Chok Tong. Pemicunya bukan semata-mata soal ekonomi, melainkan persepsi politik. Sebagian elite Singapura meragukan kemampuan Habibie memimpin Indonesia setelah lengsernya Soeharto. Mereka khawatir Indonesia menjadi tidak stabil, padahal stabilitas Indonesia sangat penting bagi kawasan ASEAN. Habibie tidak tinggal diam. Ia menjawab dengan kerja. Reformasi berjalan. Demokratisasi dibuka. Bank Indonesia dibuat independen. Kepercayaan pasar perlahan kembali. Itulah jawaban yang paling efektif: bukan pidato, melainkan hasil. Hubungan kedua negara juga sempat memanas ketika Habibie menyebut Singapura sebagai "little red dot". Ucapan itu lahir sebagai respons terhadap sikap yang dinilainya meremehkan Indonesia. Ironisnya, istilah itu kemudian justru diadopsi Singapura sebagai simbol kebanggaan: negara kecil yang mampu memberi pengaruh besar. Pelajarannya menarik. Dalam diplomasi, kalimat bisa menjadi berita sehari. Tetapi kebijakan yang berhasil bisa menjadi sejarah puluhan tahun.

Tivibox

"Masih banyak sinyal yang dikirim Habibie ke rakyat. Dan semua sinyal itu mewujud dalam pelaksanaan" Disimpulkan, Pak Habibie melaksanakan apa yang beliau ucapkan. Beliau berkata A, yang dilaksanakan A. Beliau berjanji B, ditepati dengan melaksanakan B. Melaksanakan apa yang diucapkan itu penting. Istilahnya : Satya Wacana. Laksanakan apa yang kamu ucapkan/janjikan. Kalau berbeda berarti plin plan, tak bisa dipercaya. Sekarang, "satya wacana" itu yang sulit dicari. Misal : janji kejar koruptor sampai antartika. Sudahkan diwujudkan? Malah koruptornya ada di depan pintu, disamping jendela sendiri. Sudah gitu, dibiarkan pula. Janji 19 juta loker. Malah banyak yang kena PHK. Kan kontradiktif dengan apa yang dikatakan. Contoh lain mungkin masih banyak. Bagaimana bisa membangkitkan kepercayaan ?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SELINGAN: DAMKAR, DOKTER, DAN DUA CINCIN.. Seorang pria berusia 20 tahun harus menjalani penanganan darurat di IGD RSUD Majalengka setelah dua cincin tersangkut di penisnya selama hampir 24 jam. Menurut keterangan awal keluarga, cincin itu dipasang saat yang bersangkutan menjalankan laku spiritual. Pembengkakan membuat pelepasan mustahil dilakukan dengan cara biasa. Akhirnya tim Damkar dipanggil. Setelah berkoordinasi dengan dokter dan mensterilkan peralatan, petugas bekerja sekitar 30 menit. Gerinda kecil digunakan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai jaringan yang sudah membengkak. ### SALUT untuk DAMKAR. Ternyata tugas mereka bukan hanya memadamkan kebakaran, tetapi juga menjadi penyelamat dalam berbagai keadaan darurat yang membutuhkan keberanian, ketelitian, dan kerja sama dengan tenaga medis. Mereka hadir saat warga benar-benar membutuhkan pertolongan. Kasus serupa memang beberapa kali terjadi di Jawa Barat tahun ini dengan berbagai latar belakang. Pada kasus Majalengka, dugaan laku spiritual muncul dari keterangan awal keluarga dan belum dipastikan sebagai penyebab sebenarnya. MENYEDIHKAN. Apa pun motifnya, jangan mempertaruhkan keselamatan tubuh demi praktik yang belum jelas manfaatnya.

Muh Nursalim

Orang dicari setalah tidak ada. Ya. Begitulah manusia. Habibie kurang apa baiknya. Bukan hanya jujur dan pintar. Juga seabrek kelebihan yang ia punya. Tapi karena ia ICMI. Kelompok pembenci mengkoyak dan dibantarkan ke ruang hampa. Ya sudah. Bangsa ini tak pernah selesai belajar. Ketika sudah kelas 5. Selalu turun kelas ke tangga satu. Ndak sampai-sampai jalannya. Maka. Yang sekarang hampir mustahil mengembalikan kepada kurs era Habibie.Terlalu banyak orang jahat. Meskipun masih ada orang yang baik. Tapi sedikit. Itupun tidak se berani Habibie.

Beny Arifin

SPPG ambil untung 2 kali. Pertama dari insentif, inikatanya untuk balik modal pembangunan dapur. Keduanya dari harga Rp. 15.000 per ompreng. Dobel.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Hasyim.. SPPG: SIAPA MENANGGUNG BIAYANYA? Logika Bapak benar. Dan masuk akal. Namun mekanisme pembiayaan MBG sedikit berbeda. SPPG memang dikelola oleh mitra. Bukan pemerintah. Akan tetapi, pembayaran pemerintah bukan hanya membeli makanan. Pagu Rp15.000 per porsi sudah mencakup biaya bahan baku, biaya operasional, serta insentif/fasilitas SPPG sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Artinya, sebagian biaya operasional memang dibiayai melalui pembayaran per porsi tersebut, bukan ditanggung terpisah oleh pemilik SPPG. Karena itulah, jatuhnya jatah dari uang Rp 15.000, yang diterima dalam bentuk MBG hanya Rp 7 atau 8 ribu. Separonya, selisihnya dari Rp 15.000 masuk ke biaya-biaya tadi. Karena itu, bila sekolah libur atau distribusi makanan dihentikan sementara, pembayaran tidak otomatis berarti nol. Mekanismenya bergantung pada pedoman BGN dan status operasional SPPG. Ada komponen yang mengikuti jumlah porsi yang disajikan, tetapi ada pula ketentuan mengenai biaya operasional tertentu selama masa penghentian sementara. Jadi, pernyataan bahwa "negara hanya membayar Rp15.000 untuk makanan, sedangkan seluruh gaji pegawai dan operasional menjadi tanggung jawab pemilik SPPG" kurang tepat. Skema pembiayaannya memang lebih kompleks daripada sekadar membeli satu porsi makanan.

redy hardianto

Skrng ini tdk ada mayoritas tunggal pmenang pmilu, akibatnya pmerintahan dibentuk scr koalisi. Sehingga banyak menteri yg tidak kompeten krn msk kabinet hasil rekomendasi ketum parpol

Akem SNJ

Ingat Bank Bali, ingat promonya Bung Hari. Bank yang pertama kali mempromosikan bunganya cair harian. Saat itu, setiap bank mencairkan bunga bulanan. Apa yang dipelopori bank Bali, kini sudah jadi bagian dari kebijakan hampir semua bank. Yang paling mudah terlihat adalah di akun SeaBank. Ada uang 10 ribu saja, tiap hari muncul bunganya..

Ahmed Nurjubaedi

SURATKU (TH 2050) UNTUKKU DI MASA LALU (2026) -- Anak muda, saat ini kamu mungkin baru 17/ Dan sangat beruntung karena SMA mu bagus// Aku ingat betapa kamu sempat galau/ Menatap masa depan/ Ayah kita berusaha begitu keras membantu kita menghadapi masa depan/ Dan aku ingat, kadang kamu belum memahami apa yang ia lakukan// Anak muda, bolehkah aku mengulang nasehat klasik ayah kita?/ Terus berjuanglah jadi orang baik/ Teruslah belajar/ Sempatkan berbagi dan membantu orang yg sedang kesulitan/ Ternyata itu semua yang membuat aku baik-baik saja mengarungi hidup// Anak muda/ Situasi negaramu saat kau baca surat ini/ Mungkin sedang tidak baik-baik saja/ Kamu dan teman-temanmu harus berhadapan dengan kecerdasan buatan/ Yang nyata dan maya tidak ada bedanya/ Para pemimpinmu sedang mabuk/ Sebab mereka terpana dengan kursi dan anggur// Adakah masa dimana kehidupan negara hanya baik-baik saja? / Kamu tahu belaka/ Kehidupan Mbah Kungmu yg petani itu, bukan? // Jagalah dirimu baik-baik/ Semoga waktu memang berjalan lurus/ Karena aku, ya dirimu di 2050 ini/ Juga seluruh saudaramu di Nusantara/ Sedang baik-baik saja/ Rupanya do'a para pendiri negara dan para tetua yg ikhlas/ Dikabulkan oleh Tuhan// *NB: Tolong menulislah di CHDI, sampaikan salamku untuk para perusuh, dan tentu saja Abah DI, ya.... Surabaya, 26 Agustus 2050

Irary Sadar

Pak Habibie lama tinggal di luar negeri. Di negera Jerman. Ini yang membuat pola pikir Pak Habibie begitu terbuka. Presiden Habibie tidak Baper, tulis Abah. Banyak yang bilang, jalan-jalanlah keluar dari kotamu. Traveling lah. Itu akan membuka wawasanmu. Tapi Ada yang keluar negeri, (tepatnya kabur) ke negara Jordaniyah, namun begitu menjabat, pola pikirnya tidak seperti Pak Habibie, yang terbuka, tahan kritik dan bertutur kata sopan serta terarah.. Rupanya 3 tahun tinggal di luar negeri tidak merubah wataknya. Sama saja saat sebelum kabur. Apa sifatnya saat ini gara-gara pengaruh umur??? Hidup Jo**** !!!

Em Ha

Ada teman. Istrinya 2. Awal mulanya sembunyi-sembunyi. Berjalan 3 tahun, terang-terangan. Untuk memulihkan kepercayaan. Kontrakan 30an pintu untuk istri tua. Untuk istri muda dibuatkannya workshop. 3 tahun pertama workshop berjalan tertatih-tatih. Sekarang sudah 4 tahun berjalan normal. Growth pasti. Belum balik modal memang. Tapi sudah menghasilkan. Mungkin tahun depan sudah mencapai titik impas. Kalau saja tidak ada gonjang ganjing kurs. Tahun ini sudah pesta. WorkShop, suami sibuk kerja, istri shopping terus.

Murid SD Inpres

kalau perspektif saya, kemajuan suatu negara itu diukur oleh nyali. tiongkok sekarang menjadi negara nomor 1 yang menguasai rantai pasok global, karena pemerintahnya punya nyali, untuk mengirim koruptor ke alam baka

Warok Ponorogo

Urun komentar CHDI hari ini. Trust adalah situasi dan kondisi yang bisa dirasakan baik dari rakyat kecil, kelas menengah, konglomerat dan negara luar tentang kondisi perekonomian Indonesia. Sebagaimana kondisi masa Habibie dan Prabowo, jelas ada perbedaan mendasar. Perbaikan kondisi suatu negara dari zaman Revolusi Perancis untuk bentuk pemerintahan Republik dan Negara berdasarkan Agama, sebagaimana Republik Islam Iran, selalu digerakkan oleh ekonomi kelas menengah atau golongan ulama yang sadar akan kondisi negaranya. Untuk situasi dan kondisi masalah kepercayaan saat ini, pengelola negara masih sebatas mewacanakan dan belum ada tindakan nyata dari wacana tersebut. Yang diperlukan adalah, satunya kata dan perbuatan dari pengelola negara, teristimewa dari Presidennya. Kalo dari RI1nya saja sudah diprediksi oleh pelaku ekonomi, hanya sebatas wacana, maka peribahasa yang cocok untuk kondisi ini adalah, ibarat menunggu tenggelamnya batu apung ke dalam air, hujan lebat di musim kemarau. Sampai kiamat, pemulihan ekonomi itu tidak akan terjadi, kecuali kalau ...........silahkan untuk menaksirkan sendiri. #Salam Akal Sehat#

Otong Sutisna

Abah...gak per.. bandingkan Rudy Ramli yg kehilangan bank dengan perusuh yang kehilangan dompet.... Coba bah, bandingkan dengan presiden kita yang kehilangan istri.... sampai membuat rakyat Indonesia tak punya ibu negara... Sepi....pi.....pi....pi.....



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 31

  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • DeniK
    DeniK
  • my Ando
    my Ando
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • rid kc
    rid kc
    • my Ando
      my Ando
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Maman Lagi
      Maman Lagi