Di Depan Prabowo, Kyai Hasan Gontor Singgung Fenomena Cari Muka hingga Jabatan

Sabtu 19-09-2026,19:01 WIB
Di Depan Prabowo, Kyai Hasan Gontor Singgung Fenomena Cari Muka hingga Jabatan

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Hasan Abdullah Sahal--YouTube Setpres

JAKARTA, DISWAY.ID - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Kyai Hasan Abdullah Sahal menyinggung fenomena orang yang gemar mencari pengakuan, mulai dari mencari muka hingga mengejar jabatan.

Hal itu disampaikan Kyai Hasan saat memberikan sambutan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026, yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Kyai Hasan awalnya berseloroh bahwa kehadiran Prabowo membuat dirinya tidak perlu mencari muka.

BACA JUGA:Prabowo Singgung Palestina di Gontor: Kalau Indonesia Tak Kuat, Bagaimana Bisa Bantu yang Tertindas?

Ia kemudian melontarkan pernyataan mengenai orang-orang yang berusaha mencari sesuatu yang belum mereka miliki.

"Pak Prabowo, andai kata Pak Prabowo hari ini enggak datang, nah ini muka saya, saya taruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka," ujar Hasan dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.

Dia kemudian menyinggung fenomena banyak orang yang berusaha mencari sesuatu yang belum mereka miliki. Ia mencontohkan orang yang tak memiliki jabatan.

"Sekarang banyak orang yang cari muka, betul. Orang enggak punya ijazah, cari ijazah. Orang enggak punya nama, cari nama. Orang enggak punya uang, cari uang. Orang enggak punya jabatan, cari jabatan. Orang enggak punya muka, cari muka," ujar dia.

BACA JUGA:Ketika Prabowo Singgung Berbudi Tinggi, Ujungnya Bicara Makan Bergizi agar Anak Tak Kelaparan

Pernyataan tersebut kemudian disambut tepuk tangan oleh para peserta acara.

Namun, Hasan justru kembali melontarkan candaan terkait respons tersebut.

"Ini kok tepuk tangan. Tepuk tangan tidak pada waktunya, sorry, sorry," ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan menegaskan komitmen kebangsaan Pondok Gontor yang konsisten berdiri di atas pondasi Islam yang moderat selama satu abad penuh. 

BACA JUGA:Peringatan 100 Tahun Gontor, Prabowo: Tak Boleh Berpolitik Praktis, Tapi Harus Paham Politik

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: