Sebagai Founder Green Movement Indonesia, Tasya Kamila menegaskan bahwa Waste Wise Campus merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong generasi muda mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan lingkungan yang berkelanjutan.
“Memilah sampah mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana, tetapi dari kebiasaan sederhana itulah perubahan besar dimulai. Mahasiswa memiliki kekuatan untuk menjadi penggerak perubahan, tidak hanya di kampus, tetapi juga di keluarga dan masyarakat.
“Ketika generasi muda, kampus, industri, dan komunitas bergerak bersama, kita tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga menciptakan budaya peduli lingkungan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, masa depan bumi yang lebih baik dimulai dari aksi nyata yang kita lakukan hari ini,” ujar Tasya Kamila.
BACA JUGA:Finish P5 di Brno, Veda Pratama Ngaku Kalah Pengalaman di Lap Terakhir
Kehadiran Kampanye Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi diharapkan menjadi sarana membangun kepedulian sekaligus aksi nyata yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya pengurangan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.
“Sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mendukung pengelolaan sampah kemasan yang lebih berkelanjutan tidak cukup hanya melalui inovasi kemasan, tetapi juga membutuhkan edukasi, partisipasi, dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Kami berharap, Kampanye Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus melahirkan generasi penggerak perubahan bagi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tutup Andrew.
Dari kampus, langkah kecil itu dimulai. Untuk iklim. Untuk masa depan. Untuk bumi yang lebih baik.