Tolak Angin dan Kuku Bima Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis

Kamis 25-06-2026,18:55 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

"Memang belum menghilangkan seluruh backlog, tetapi setiap operasi pasti menguranginya. Kali ini kami membantu 100 pasien. Yang terpenting bagi kami adalah bisa ikut berpartisipasi membantu masyarakat," ujar Irwan.


Peserta program operasi katarak gratis tampak dari monitor saat mengikuti acara melalui daring-dok disway-

Berangkat dari pemikiran itu, Sido Muncul secara konsisten mengalokasikan sebagian anggaran promosi untuk kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung.

Menurut Irwan, promosi tidak harus selalu berbentuk iklan atau kampanye pemasaran. Promosi juga bisa diwujudkan dalam bentuk kepedulian yang mampu membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

"Kami ingin promosi yang sekaligus membawa manfaat. Banyak masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, tetapi belum mendapatkan akses pengobatan yang memadai. Di situlah kami ingin hadir," ujarnya.

Baginya, operasi katarak bukan sekadar tindakan medis. Program itu menjadi upaya untuk mengembalikan harapan, kemandirian, dan kualitas hidup para pasien.

Banyak penderita katarak yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akibat penglihatan yang terus menurun. Sebagian bahkan kehilangan kemampuan untuk bekerja dan beraktivitas secara normal.

Irwan juga menyoroti masih adanya ketakutan di tengah masyarakat untuk menjalani operasi katarak. Berbagai mitos dan informasi yang keliru membuat sebagian penderita memilih menunda pengobatan, meski kondisi penglihatannya terus memburuk.

Padahal, menurutnya, operasi merupakan satu-satunya cara efektif untuk mengatasi katarak dan mengembalikan fungsi penglihatan.

Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat yang berani memeriksakan diri dan mengikuti tindakan operasi ketika memang diperlukan.

"Kesehatan mata sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Ketika penglihatan hilang, sebagian besar aktivitas juga ikut terganggu. Karena itu jangan takut menjalani operasi katarak," tuturnya.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul konsisten menjalankan berbagai program sosial lainnya, mulai dari operasi bibir sumbing gratis hingga bantuan bagi anak-anak penderita stunting di berbagai daerah.

Pada kurun 2018-2026 baksos bibir sumbing sudah mencapai 774 pasien. Lalu pada kurun 2022-2026, Sido Muncul telah membantu anak suspect stunting sebanyak 1.281 anak.

Melalui program tersebut, Irwan berharap semakin banyak masyarakat yang dapat kembali menikmati hidup dengan penglihatan yang lebih baik, sekaligus membantu menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni, S.KM., M.Kes berharap Sido Muncul dapat terus memfasilitasi kegiatan baksos operasi Katarak. Menurutnya, peminat operasi katarak gratis sangat banyak.

“Namun karena kuotanya terbata, jadi hanya sebagian yang bisa dilayani,” katanya.

Dia berharap Sido Muncul bisa memfasilitasi setiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dengan begitu, banyak penderita katarak yang bisa dilayani.

Kategori :