MADINAH, DISWAY.ID– Di sisi barat laut sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Nabawi, tepat di barat Gunung Sela, berdiri Masjid Khandaq atau yang juga dikenal sebagai Masjid Al-Fath.
Masjid ini menjadi saksi bisu salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Perang Khandaq (Perang Ahzab) pada tahun ke-5 Hijriah.
Masjid ini dibangun di lokasi di mana Rasulullah SAW diyakini pernah melaksanakan salat saat pertempuran berlangsung.
BACA JUGA:Masjid Qiblatain, Sejarah Perubahan Arah Kiblat di Madinah
Saat itu, umat Islam menggali parit besar sebagai strategi pertahanan atas usulan sahabat Salman Al-Farisi untuk menghadapi pasukan gabungan Quraisy dan sekutunya yang berjumlah hingga 10.000 orang.
Petugas Masjid Khandaq, Umair Bin Seff, menjelaskan bahwa masjid ini memiliki sejarah erat dengan peristiwa tersebut.
“Masjid ini biasa dikenal dengan Masjidil Fattah atau Masjidil Khandaq. Ketika Perang Khandaq, Nabi Muhammad SAW shalat di bawah bukit di sini,” ungkapnya.
Masjid Khandaq merupakan bagian dari rangkaian tujuh masjid yang masing-masing dikaitkan dengan sahabat Nabi, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Salman Al-Farisi, dan Sa’ad bin Muadz.
Dengan kapasitas sekitar 4.000 orang, masjid ini selalu ramai dikunjungi jemaah haji dan umrah yang ingin menyusuri jejak sejarah perjuangan Rasulullah SAW.
BACA JUGA:Transformasi Haji Butuh Fikih yang Kontekstual, Jangan Hanya Mengejar Arbain
Menurut Umair, hari Jumat menjadi hari tersibuk karena banyak jemaah yang melaksanakan salat Jumat di sini.
“Di sini paling ramai hari Jumat karena selain mengunjungi masjid mereka juga shalat Jumat di sini dan masjid ini juga memberikan minuman pada jemaah. Masya Allah,” katanya.
Arsitektur masjid yang masih lawas dengan latar belakang bukit berbatu menjadi daya tarik tersendiri. Pilar-pilar di dalam masjid sering dijadikan spot foto oleh para pengunjung.
Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal hingga Dzulqa’dah tahun ke-5 Hijriah. Kaum Muslimin yang berjumlah sekitar 3.000 orang berhasil menggagalkan serangan pasukan sekutu yang jauh lebih besar berkat strategi parit dan pertolongan Allah SWT.
BACA JUGA:Jemaah Puji Pelayanan Haji 2026: Petugas Ramah, Makanan Enak