Polisi Mulai Sisir Aset Hanania Group, Ada Tanah di Semarang

Selasa 30-06-2026,09:58 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Metro Jaya terus mengusut kasus dugaan penipuan dan penggelapan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group.

Selain menjerat tersangka secara pidana, penyidik kini fokus menelusuri dan menyita aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut untuk memulihkan kerugian para korban.

BACA JUGA:Owner Percetakan Otaki Penyekapan 3 Karyawan Percetakan Senen

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannuddin mengatakan pihaknya menemukan sejumlah aset, baik bergerak maupun tidak bergerak, yang sebagian sudah disita dan diamankan di beberapa daerah.

"Hasil penelusuran aset yang dilakukan oleh penyidik, ada beberapa aset yang sebagian sudah kami laksanakan penyitaan. Ada juga beberapa aset yang sudah kami amankan di beberapa daerah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu upaya kita untuk memulihkan kerugian korban, atau bisa digunakan oleh korban untuk mengurangi kerugian, atau bahkan harapan kami bisa jadi salah satu upaya memberangkatkan korban kembali," katanya kepada awak media, Selasa 30 Juni 2026.

Diungkapkannya, aset-aset tersebut diketahui tidak seluruhnya tercatat atas nama tersangka, melainkan ada yang menggunakan nama orang lain.

"Asetnya atas nama orang lain," ungkapnya.

BACA JUGA:Babak Akhir Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Menurutnya, aset yang berhasil diamankan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari aset bergerak hingga aset tidak bergerak.

"Ada aset bergerak, ada aset tidak bergerak. Ada tanah, ada bangunan, kemudian kendaraan juga ada," ujarnya.

Penyidik menegaskan proses pengungkapan kasus tidak berhenti pada penetapan tersangka.

Pihaknya berupaya semaksimal mungkin mengembalikan hak-hak korban melalui penelusuran aset.

"Kita tidak berhenti sampai di sini saja. Tidak berhenti hanya meminta pertanggungjawaban atas perbuatan dari tersangka, tapi kita juga berupaya semaksimal mungkin untuk membantu melakukan pemulihan kerugian korban," tegasnya.

Salah satu aset yang menjadi perhatian penyidik adalah sebidang tanah di Semarang yang memiliki nilai cukup besar.

Aset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai solusi agar para korban yang gagal berangkat tetap bisa menunaikan ibadah umrah.

Kategori :