Ketepatan Distribusi Energi Jadi Kunci Tekan Risiko Biaya Industri

Kamis 02-07-2026,03:01 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Bagi pelaku logistik energi, kemampuan menjaga ketepatan waktu pengiriman tidak hanya bergantung pada kapasitas angkut, tetapi juga pada disiplin perencanaan, koordinasi lintas titik operasional, serta kepatuhan terhadap prosedur di setiap tahapan distribusi.

Karena itu, penguatan manajemen risiko perlu berjalan beriringan dengan tata kelola yang transparan agar rantai pasok energi tetap dapat dipantau, dikendalikan, dan dipertanggungjawabkan.

Selain aspek operasional, kepatuhan tata niaga juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan logistik energi.

Industri yang terkait dengan komoditas strategis seperti batubara berada dalam pengawasan regulasi yang ketat, sehingga aspek legalitas, dokumentasi, keselamatan kerja, dan tata kelola perusahaan menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha.

Tomi mengatakan, penerapan Good Corporate Governance atau GCG tidak lagi dapat dipisahkan dari pengelolaan rantai pasok energi.

BACA JUGA:Lirik Lagu Rollerblade Remix - no na feat. Jebung Viral di TikTok, Penuh Energik

Menurutnya, tata kelola yang kuat dibutuhkan untuk memastikan proses bisnis berjalan transparan, patuh, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh volume pasokan, tetapi juga oleh bagaimana pasokan tersebut dikelola secara bertanggung jawab. Karena itu, kepatuhan regulasi, keselamatan kerja, dan tata kelola menjadi bagian yang sama pentingnya dengan ketepatan pengiriman,” ujar Tomi.

Melalui penguatan teknologi, manajemen risiko, dan kepatuhan tata niaga, PT Oktasan Baruna Persada berupaya mendukung rantai pasok energi yang lebih andal dan akuntabel.

Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada kelancaran pasokan energi bagi pembangkit, sekaligus mendukung aktivitas industri dan ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Kategori :