JAKARTA, DISWAY.ID-- Bencana kekeringan melanda dua wilayah yakni Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan Kabupaten Pasuruan di Jawa Timur imbas kemarau panjang.
Akibatnya sebanyak 300 kepala keluarga (KK) di dua wilayah tersebut mengalami krisi air bersih.
Untuk memenuhi kebutuhan air, warga harus mengandalkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci wilayah di Kabupaten Semarang yang mengalami kekeringan berlokasi di Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono.
Kekeringan di Kabupaten Semarang dilaporkan terjadi sejak Sabtu, 4 Juli 2026. Peristiwa tersebut berdampak pada 60 KK yang terdiri dari 84 jiwa.
BACA JUGA:PPATK - KPK Perkuat Koordinasi Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Suap Impor di Bea Cukai
Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Semarang berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan asesmen di lapangan sekaligus menyalurkan bantuan air bersih.
"Sebanyak dua tangki air atau sekitar 5.000 liter didistribusikan kepada warga di Dusun Ngoho, Desa Kemitir," kata Abdul Muhari dalam keterangannya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan, kekeringan melanda Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan.
Kondisi tersebut kata Abdul Muhari, berdampak pada sedikitnya 240 KK.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan darurat dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok.
"Guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," sambungnya.
Menyikapi bencana akibat musim kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak.