JAKARTA, DISWAY.ID - Setelah beberapa kali berfluktuasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup sesi perdagangannya pada Selasa 7 Juli 2026 ini dengan kembali menguat di zona hijau.
Dalam hasil pantauan Disway, IHSG menutup sesi perdagangannya dengan menguat tipis sebanyak 70,43 poin, atau setara dengan 1,19 persen ke level 5.986,50.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Menguat 27,46 Poin ke 5.943, LQ45 Juga Hijau
Tidak hanya itu. Penguatan serupa pun juga turut dialami oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga turut menguat mendekati penutupan.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 terpantau menghijau sebanyak 10,44 poin, atau menguat sebesar 1,79 persen ke level 594,92.
BACA JUGA:IHSG Bangkit Kembali, Melesat Naik di Penutupan
Emiten Berkelanjutan jadi Sorotan Investor
Sementera itu di sisi lain, Analis memperkirakan bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia akan menjadi penentu utama sentimen pasar pada semester II-2026.
Hal serupa pun juga turut diutarakan oleh Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.
BACA JUGA:Beberapa Kali Menguat, IHSG Tutup Sesi I Terpuruk di Zona Merah
Dalam penuturannya, dirinya memaparkan bahwa di tengah-tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi oleh ketidakpastian, pelaku pasar dan investor diproyeksikan bakal lebih selektif dengan mengalihkan fokus pada emiten-emiten yang memiliki fundamental kokoh.
"Emiten dengan likuiditas yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan akan memiliki daya tarik lebih besar," ucap Rully.
BACA JUGA:IHSG Diprediksi Menguat, Berikut Deretan Saham Jadi Rekomendasi Analis
Lebih lanjut, Rully juga menambahkan bahwa dengan meningkatnya perhatian terhadap kondisi makro, para investor juga perlu untuk dapat menyeimbangkan analisis faktor eksternal dengan kualitas internal emiten guna menghadapi volatilitas pasar secara optimal.
"Sektor perbankan dengan likuiditas longgar dan kualitas aset yang aman menjadi pilihan utama" tutur Rully.