JAKARTA, DISWAY.ID-- Menyusul kembali meningkatnya ketegangan geopolitik, perubahan terhadap dinamika perekonomian global kini juga menjadi salah satu hal yang turut diwaspadai.
Bukan tanpa alasan. Dalam penuturannya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai bahwa saat ini, perekonomian dunia bukan hanya semakin saling terhubung, tetapi juga semakin rentan terhadap berbagai dinamika global.
BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Pihak Asing, Bocorkan PT Pindad dan Dirgantara Sempat Mau Dijual
"Rantai pasok, arus investasi, kebijakan industri, teknologi, ketahanan energi, ketahanan pangan, hingga geopolitik kini bergerak secara bersamaan dan saling memengaruhi. Bagi Indonesia, kondisi tersebut berarti diplomasi ekonomi tidak lagi dapat dipisahkan dari dunia usaha," tutur Anindya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/07).
Oleh karena itulah, untuk menghadapi kondisi ini, Anindya menegaskan bahwa hubungan antarpemerintah (government-to-government) harus didukung dengan implementasi nyata antarpelaku usaha (business-to-business).
Menurutnya kesepakatan-kesepakatan tingkat tinggi harus diterjemahkan menjadi perdagangan, investasi, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja.
BACA JUGA:Palestina: Terima Kasih Warga Indonesia melalui Dompet Dhuafa Terus Bergerak Gulirkan Bantuan
"Banyak sekali kebisingan informasi (noise), namun di balik itu semua tetap ada fakta-fakta yang harus kita pahami. Kesepakatan-kesepakatan tingkat tinggi harus diterjemahkan menjadi perdagangan, investasi, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja," tegas Anindya.
Sementara itu dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai risiko dan ketidakpastian global, berbagai langkah proaktif dan antisipatif terus ditempuh
Pada pertengahan tahun 2026 lalu, Pemerintah telah mengumumkan kebijakan Paket Stimulus Ekonomi Untuk Semester II-2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya yakni kebijakan diskon tarif transportasi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi domestik.