"Atas arahan Bapak Gubernur dan adanya diskresi yang diberikan untuk kepentingan masyarakat, kami akan segera menyalurkan BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Solar. Penyaluran ini akan tetap disertai pengawasan secara ketat dan aktif bersama tim satuan tugas yang telah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat," jelasnya.
Dalam upaya memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, Pemerintah Provinsi Kalbar bersama Pertamina juga menyiapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat.
Tim satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk akan berperan aktif dalam memonitor distribusi BBM, mencegah potensi penyimpangan, serta memastikan ketersediaan pasokan sesuai kebutuhan masyarakat.
Langkah ini penting mengingat BBM bersubsidi merupakan komoditas strategis yang rentan terhadap penyalahgunaan, seperti penimbunan atau distribusi tidak tepat sasaran.
Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan distribusi BBM tidak hanya lancar, tetapi juga adil dan merata.
BBM Penopang Ekonomi Daerah
Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa ketersediaan BBM merupakan faktor penting dalam menjaga roda perekonomian daerah tetap berjalan.
Di wilayah seperti Sungai Laur, di mana aktivitas ekonomi sangat bergantung pada transportasi darat, ketersediaan BBM menjadi kunci utama kelancaran distribusi barang dan jasa.
"Kami akan terus mendukung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk di sektor energi.
Dengan adanya percepatan distribusi BBM bersubsidi, masyarakat Sungai Laur diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Sektor transportasi yang sebelumnya terganggu diprediksi akan kembali lancar, begitu pula dengan aktivitas perdagangan dan distribusi kebutuhan pokok.
Selain itu, stabilitas pasokan BBM juga diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga barang akibat tingginya biaya distribusi.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, kondisi ini menjadi kabar baik karena operasional usaha mereka sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
Kasus di Sungai Laur juga menjadi gambaran nyata tantangan distribusi BBM di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.
Faktor geografis, akses transportasi, serta jumlah SPBU yang terbatas sering menjadi kendala utama dalam memastikan distribusi energi berjalan optimal.