JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah setelah mencatat penguatan selama empat hari berturut-turut.
Pelemahan bursa saham Indonesia dipengaruhi oleh tekanan global, terutama kenaikan harga minyak dunia yang menembus level USD100 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pada perdagangan Kamis, 24 Juli 2026, IHSG ditutup melemah 8,54 poin atau 0,13 persen ke level 6.325,93.
Dilansir dari data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, pelemahan tersebut sendiri dipimpin oleh saham-saham sektor Industrials (-1.32 persen) dan Consumer Cyclicals (-1.16 persen).
Di sisi lain, hal serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang terpantau melemah drastis.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 terpantau melemah sebanyak 5,43 poin, atau meningkat sebesar 0,86 persen ke level 627,12.
Didorong Tingginya Harga Minyak
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, ambruknya IHSG ke zona merah sendiri turut dipengaruhi oleh respon investor terhadap naiknya harga minyak dunia (brent) hingga menembus level USD 100 per barel, imbas dari naiknya eskalasi perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:Surat Penawaran Kerja Sama Media Nasional ke Agrinas Diduga Picu Polemik? Begini Respons Joao Mota
"Sentimen negatif dari naiknya eskalasi perang Iran yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia (brent) hingga menembus level USD100 per-barrel serta melemahnya kurs USD per-IDR," jelas Priyambada kepada Disway, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Menyusul pelemahan ini, candle terakhir IHSG secara teknikal terpantau membentuk formasi two black crows, masih di atas MA5 dan MA20, indikator Stochastic dead cross pada area overbought.
Sehingga dengan demikian, pergerakan IHSG pada Jumat ini diperkirakan akan mengalami pelemahan.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,247 dan resistance pada level 6,366 dengan kecenderungan melemah," jelas Priyambada.
Rekomendasi Saham