Ekonom INDEF Sentil Pemerintah usai Survei SMRC: Program Masih Trial and Error, Anggaran Jor-joran!

Senin 27-07-2026,19:04 WIB
Reporter : Fajar Ilman
Editor : Marieska Harya Virdhani

"Yang merasa sangat atau cukup puas dengan kinerja Prabowo sebagai presiden sekitar 51.1 persen, sementara yang kurang dan tidak puas 46.9 persen, dan yang tidak tahu 2.1persen," demikian bunyi hasil survei SRMC.

BACA JUGA:Tanggapi Hasil Survei SMRC, Prabowo di Bawah Ganjar, Sekjen Gerindra Muzani: Santai Saja

Kondisi Ekonomi Nasional Sekarang

Penurunan kepuasan publik terhadap pemerintah sejalan dengan memburuknya penilaian masyarakat di tiga sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

Dari sektor ekonomi saat ini, sebanyak 1,4 persen masyarakat menilai ekonomi Indonesia menilai sangat baik, 14.3 persen menilai baik, 33,9 persen menilai sedang, 37,9 persen menilai buruk, 11,5 sangat buruk dan 1,0 persen menjawab tidak tahu.

"Warga yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang baik dan sangat baik sekitar 15.7 persen, yang menilai buruk dan sangat buruk 49.4 persen, dan ada 33.9 persen yang menilai sedang saja dan yang tidak tahu 1 persen,"tulis dalam keterangan.

BACA JUGA:Pramono-Rano Melejit 46% Versi SMRC, Bang Doel Minta Ojol Menangkan Satu Putaran

Dalam 9 bulan terakhir, sentimen positif terhadap kondisi ekonomi nasional turun dari 40 persen di survei November 2025 menjadi 15.7 persen di survei terakhir 5-19 Juli 2026.

Sebaliknya, dalam periode yang sama, sentimen negatif naik dari 22.7 persen menjadi 49.4 persen.

"Sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi nasional di survei terakhir adalah yang tertinggi selama survei 7 tahun terakhir," terangnya.

BACA JUGA:Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Bersaing Ketat dalam Survei SMRC

Kondisi Politik Nasional

Penilaian terhadap iklim politik tanah air juga terus merosot.Kondisi saat ini, sebanyak 42.8 persen publik menganggap situasi politik buruk atau sangat buruk, sementara yang menilai baik hanya 13.5 persen.

Adapun 33.6 persen menganggapnya sedang, dan 10.2 persen memilih tidak menjawab.

Tren: Rasa optimis publik terhadap situasi politik merosot secara konsisten dari 35.8 persen pada November 2025, turun ke 26.1 persen pada awal tahun 2026, dan tersisa 13.5 persn pada Juli 2026. Sebaliknya, persepsi negatif melonjak dari 23.0 persen menjadi 42.8 persen.

BACA JUGA:Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Bersaing Ketat dalam Survei SMRC

Penegakan Hukum

Selain itu, sektor hukum pun tak luput dari sorotan negatif. Dimana, kondisi saat ini, masyarakat yang menilai penegakan hukum buruk atau sangat buruk mencapai 37.6 persen melampaui kelompok yang menilai baik sebesar 26.4 persn.

Sementara 30.2 persen menilai dalam kondisi sedang, dan 5.8 persen tidak memberikan pendapat.

Kategori :