Meski begitu, satu hal yang membuat dia tetap percaya diri di atas lintasan karena dukungan besar tim terhadap bakatnya.
"Mereka memberi satu hal, seperti yang pasti, bukan hanya melihat hasilnya tapi ya kita harus memberikan yang terbaik di setiap balapan," kata Dhipa saat sesi pertama wawancara bersama awak media.
Penampilan top Dhipa selanjutnya terjadi di Jerman. Di sini dia berhasil mengumpulkan 36 poin setelah finis ke 11 di Race 1 dan finis terdepan di Race 2.
Tipikal Sachsenring yang terkenal "sirkuit kidal" lantaran mayoritas sektor treknya berbelok ke arah kiri.
Ketika membicarakan sirkuit ini, Dhipa menampilkan wajah sumringahnya karena ia mengakui bahwa Sachsenring salah satu sirkuit yang dia sukai pada paruh pertama musim ini.
Komentar dia mudah saja. Dia menyukai karena sebagian besar tikungan mengarah ke kiri. "Karena apa ya.. kalau menikung ke kiri itu bagi saya jauh lebih mudah, power motor tetap stabil kita bisa push ketika keluar tikungan," jelas Dhipa.
Meskipun, kata Dhipa, tipikal menikung ke kanan pun harus dia libas secepat mungkin. Inilah yang menjadi tantangannya untuk terus belajar dan terus memperbaiki diri setiap balapan.
Dhipa menyebut, menikung ke kanan bukan perkara yang mudah karena rem belakang untuk motor kelas junior ini masih mengandalkan footstep kaki kanan saat pengereman.
"Saat pengereman kita harus tahu di mana titik terkuat dari pengereman motor kita. Ketika setupnya sangat baik, perasaan di atas motor juga akan bagus," beber Dhipa.
Perbedaan Ketika di JuniorGP dan Red Bull Rookie Cup
Dhipa cukup terbuka soal penampilannya. Khususnya selama berkarier di Eropa. Anak ini jujur dan rendah hati.
Ia menitik beratkan perbedaan dari penampilannya saat berjuang di JuniorGP musim lalu dan sekarang di Red Bull Rookie Cup.
Ia merasakan perbedaan cukup besar. Khususnya dengan motornya. Menurutnya perpindahan dari motor Honda ke motor KTM sama sekali berbeda. Tapi melihat penampilannya musim ini, adaptasi dia cukup baik?
Dhipa memberanikan diri untuk menilai dirinya sendiri ketika balapan di dua ajang berbeda tersebut.
"Mungkin.. eem.. Kalau di JuniorGP, menurut saya mungkin 7 atau 8. Dan sampai paruh musim ini ya.. di Red Bull.. mungkin 7," ujar Dhipa.
Perlu dicatat ya. Menurutnya angka 7 baru paruh musim. Seperti di singgung di atas, dia sudah mengoleksi dua kemenangan.