Ini Kunci Kiandra Ramadhipa Bisa Top 3 Red Bull Rookie Cup: 'Terus Kasih yang Terbaik'

Jumat 31-07-2026,18:19 WIB
Reporter : Dimas Chandra Permana
Editor : Dimas Chandra Permana

Lalu apa targetnya? Dhipa mengatakan target itu pasti selalu dia tanam. Hanya saja ia mengaku tidak ingin memberikan dirinya tekanan. Khususnya melihat papan klasemen kejuaraan saat ini.

Dhipa mengaku akan terus fokus di sisa musim kejuaraan ini. Persiapan sudah dia lakukan masak-masak.

"Tentu target itu ada. Sekarang adalah mempersiapkan diri. Utamanya saya hanya ingin memberikan yang terbaik dan sebisa mungkin finis.

"Saya ingin mencoba untuk mendapatkan poin semaksimal mungkin. Ya tentunya.. kejuaraan itu sangat penting, tapi saya tidak ingin mem-pressure diri saya," tegas Dhipa.

Latihan, Latihan dan Terus Latihan

Latihan merupakan rutinitas wajib bagi seorang atlet pembalap. Kekuatan fisik menjadi faktor utama karena beban yang dibawa adalah kuda pacuan bertenaga besar.

Bayangkan saja, seorang pembalap profesional dapat menikung dengan kecepatan 200 km/jam dengan bobot motor yang sangat berat.

Makanya, menurut Dhipa, latihan menu utama ketika berada di Eropa, dengan berbagai variasi metode latihan.

"Yang penting membiasakan riding di atas motor dan juga latihan fisik di luar seperti sepeda, gym, cardio tentunya. Nah, itulah yang saya lakukan," kata Dhipa.

Menurutnya tidak ada perbedaan mencolok untuk metode latihan ketika mengikuti kejuaraan tersebut di Eropa.

Ia mengungkap, pembalap top lainnya juga melakukan hal yang sama. Dan terkadang dia pun berlatih bersama dengan beberapa rider World Championship (Pro).

Di momen itulah selain latihan, Dhipa mengaku banyak belajar dari pembalap lain yang lebih baik darinya.

"Kadang kita bertemu pembalap yang ada di World Championship dan kita bisa banyak tanya. Di sana juga latihannya disiplin dan fokus," ujar Dhipa.

Disiplin saat latihan juga penting menurut Dhipa. Karena selama pembalap itu mengikuti instruksi, akan terhindar dari cedera. Inilah yang menjadi momok bagi seorang pembalap cedera saat latihan.

"Itu sangat fatal!" tegas Dhipa yang mengaku beberapa kali bertemu Marco Morelli ketika latihan di lokasi yang sama.

"Saya banyak belajar, saya bisa melihat apa kekurangan saya dan apa yang mungkin bisa ikuti dari mereka," tambahnya.

Kategori :