Tragedi KM Mutiara Sentosa II: 5 Penumpang Meninggal, 225 Selamat

Minggu 02-08-2026,18:46 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : M. Ichsan

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud dalam keterangannya, Minggu.

Dalam operasi evakuasi, kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu yang pertama menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II. 

BACA JUGA:GIIAS 2026: LEPAS Gandeng Jakarta Fashion Week, Satukan Inovasi Otomotif dan Dunia Fashion

Namun, karena kapal tersebut mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi penumpang tidak dapat dilakukan secara langsung.

Sebagai gantinya, proses penyelamatan dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.

Berdasarkan laporan sementara, para penumpang masih menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ditjen Hubla bersama instansi terkait juga telah mendirikan posko untuk memperkuat koordinasi operasi penyelamatan.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kemenhub menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data berhasil diverifikasi.

BACA JUGA:Kunci Jawaban Sulingjar 2026 Paket PAUD, Bahan Belajar Buat Kepala Sekolah KB-TK!

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Masyhud.

Masyhud memperkirakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep.

Informasi mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan berbagai instansi untuk pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.

Sebagai langkah awal, Ditjen Hubla melalui SROP Kalianget menyiarkan informasi kecelakaan kapal dan berkoordinasi dengan Basarnas.

Pada saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan sehingga mendukung proses penanganan di lapangan.

Untuk mempercepat operasi penyelamatan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian.

Kategori :