Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

Kamis 06-08-2026,16:20 WIB
Reporter : Hariri
Editor : Marieska Harya Virdhani

Berbagai kebutuhan, di antaranya seperti sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari guru, wali asuh hingga wali asrama juga telah disiapkan.

"Tanggal 18 sampai 28 Agustus masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS. Nah, 31 Agustus itu matrikulasi," ungkap Muklisin.

BACA JUGA:Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat juga hingga kini masih terus dilakukan. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 6,5 hektare di Desa Sambalibali, Kecamatan Luyo.

Tanah ini merupakan hibah dari Bupati Polewali Mandar (Polman) Samsul Mahmud.

"Alhamdulillah, di Provinsi Sulawesi Barat ada dua Sekolah Rakyat, yaitu satu di Kabupaten Mamuju, dan satunya di daerah kami, daerah Kabupaten Polewali Mandar," kata Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly.

"Dan tanah yang digunakan, Sekolah Rakyat itu adalah tanah hibah, tanah pribadi Bapak Bupati Kabupaten Polewali Mandar," tambahnya.

BACA JUGA:Wamensos Agus Jabo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Balikpapan

Berbeda dengan Kabupaten Kuansing dan Kabupaten Polman, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Probolinggo sempat tertunda lantaran kendala pengadaan lahan.

Namun, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini atau Lora Fahmi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan lahan seluar 5,2 hektare dan sedang menunggu penyelesaian proses administrasinya.

"Alhamdulillah, hari ini untuk lahan yang sudah ready 5,2 hektare, yang sisa untuk sampai 7 hektare ada tanah kas desa yang hari ini sampun (sudah) mendapat persetujuan, sudah dilaksanakan Musdesnya untuk dilepas, hanya sedang dalam proses ini. Nah, untuk itu, kami berharap bahwa dalam pelaksanaan (pembangunan) tahap tiga ini sudah bisa segera dimulai agar di kami juga," ujar Lora Fahmi.

Kategori :