Gerakan Pramuka di Indonesia sendiri lahir berdasarkan adanya sebuah gerakan kepanduan nasional yang telah berdiri sejak tahun 1923.
Tetapi, Pramuka Indonesia baru diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 14 Agustus 1961.
BACA JUGA:Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026: Cek Tema, Logo dan Filosofinya
Pada tahun 1923 gerakan kepanduan nasional yang awalnya ditandai dengan berdirinya Nationale padvinderij Organisatie atau NPO di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di batavia yang sekarang menjadi Jakarta.
Kemudian, di tahun 1963 dua gerakan tersebut pun bersatu dan merubah nama jadi Nationale Padvinderij Organisatie atau INPO.
Melansir dari situs resmi Kemendikbud, gerakan kepanduan nasional ini terus berkembang dan makin populer di kalangan masyarakat.
Akan tetapi, ketika tentara Jepang ke Tanah air, mulai dari partai, organisasi rakyat termasuk gerakan kepramukaan ini juga dilarang menjalankan aktivitasnya.
Lalu, usai Indonesia merdeka, gerakan kepramukaan ini bisa dilanjutkan kembali.
BACA JUGA:10 Ide Yel-Yel Hari Pramuka 2026 untuk Anak SD Mudah dihafal, Bikin Regu Kompak dan Semangat!
Hingga akhirnya, pada tanggal 14 Agustus 1961, dilaksanakannya MAPINAS atau Majelis Pimpinan Nasional untuk resmikan Gerakan Pramuka Indonesia.
Di dalam acara MAPINAS, istilah pramuka diperkenalkan pertama kalinya oleh Sri Sultan Hamegkubuwono IX.
Beliau memiliki peranan yang besar dalam mengembangkan dan mendirikan gerakan pramuka di Tanah Air.
Melansir dari Buku Panduan Pramuka Penggalang oleh Agus S. Dani, dkk., sebelumnya Presiden Soekarno sudah keluarkan Keputusan presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 terkait Panitia Pembentukan gerakan Pramuka.
Bahwa dalam Keppres itu sudah tercantum dengan jelas nama-nama anggota dari panitia pembentukan gerakan pramuka, antara lain:
- Sri Sultan Hamengkubuwono IX
- Prof. Prijono
- Achmadi
- Menteri Sosial, Muljadi Djojomartono
- Dr. A. Azis Saleh
Selama empat periode berturut-turut, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dinobatkan menjadi Kepala Kwartir Nasional atau Kwarnas yang pertama dari tahun 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970, 1970-1974.
Karena sumbangsihnya untuk memajukan Pramuka di Indonesia, di dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Dili, Timor Timur (Timor Lester), bahwa sejak tanggal 8 November 1998 melalui surat Keputusan Nomor 10/MUNAS/88, Sri Sultan Hamengkubuwono IX telah ditetapkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia.