BACA JUGA:Detak Jantung Lambat Bukan Hal Normal, Bisa Jadi Tanda Perlu Alat Pacu Jantung
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Keluhan yang dapat muncul meliputi:
● Sesak napas saat beraktivitas atau berbaring.
● Mudah lelah dan stamina menurun.
● Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur.
● Nyeri atau rasa tertekan di dada.
● Pusing, hampir pingsan, atau pingsan.
● Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.
Berat-ringannya gejala tidak selalu menggambarkan tingkat kerusakan katup. Sebagian pasien dengan gangguan berat dapat hanya merasakan keluhan ringan karena tubuh telah menyesuaikan diri secara bertahap.
Pemeriksaan Penyakit Katup Jantung
Pemeriksaan utama adalah ekokardiografi atau USG jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat bentuk dan pergerakan katup, tingkat penyempitan atau kebocoran, ukuran ruang jantung, adanya bekuan darah pada ruang jantung serta kekuatan pompa jantung.
Sesuai kondisi pasien, pemeriksaan dapat dilengkapi dengan EKG, rontgen dada, tes latih jantung, CT Scan, MRI jantung, atau kateterisasi jantung.
BACA JUGA:Kurus Bukan Berarti Bebas Kolesterol, Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Jantung
Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Didiagnosis?
Tidak semua pasien harus langsung menjalani operasi.
Gangguan ringan dapat dipantau melalui kontrol dan ekokardiografi berkala. Obat pun dapat diberikan untuk mengurangi cairan, mengontrol tekanan darah dan irama jantung, serta mencegah bekuan darah pada kondisi tertentu.
Pasien perlu mengikuti pengobatan, mengenali perubahan gejala, menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak merokok, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.