DPRD DKI Minta Jalur Sepeda Terintegrasi Sistem Transportasi Publik
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mengevaluasi keberadaan jalur sepeda di jalan protokol ibu kota.--Cahyono
JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tetap mempertahankan jalur sepeda yang selama ini dikuasai motor dan bajaj.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto mengapresiasi keputusan tersebut, namun perlu dilakukan evaluasi.
Menurutnya, keberadaan jalur sepeda harus sesuai perencanaan, pengawasan, dan penegakan aturan yang konsisten.
BACA JUGA:Dishub DKI Tetap Pertahankan Jalur Sepeda meski Sering Diserobot Bajaj dan Motor
Wahyu pun meminta jjalur sepeda tidak berdiri sendiri dan terhubung dengan fasilitas pendukung dan sistem transportasi publik.
Wahyu menegaskan, keberadaan jalur sepeda perlu dipertahankan. Sebab, menjadi bagian dari wajah transportasi Jakarta.
Fasilitas tersebut telah dikenal sebagai bagian dari infrastruktur transportasi perkotaan Jakarta.
“Perlu kematangan perencanaan dan komitmen pengawasan di lapangan,” kata Wahyu dalam keterangannya dikutip Minggu, 27 September 2026.
Menurut Wahyu, menghapus jalur sepeda justru akan membuat Jakarta harus membangun kembali ekosistem yang telah dirintis.
“Kalau ditiadakan, memulainya lagi tentu tidak mudah,” pungkas dia.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan jalur sepeda di Jakarta tetap dipertahankan, meski dalam praktiknya masih kerap diserobot kendaraan bermotor seperti bajaj dan sepeda motor.
BACA JUGA:Dikuasai Motor dan Bajaj, Pemprov DKI Evaluasi Jalur Sepeda di Jalan Protokol
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, keberadaan jalur sepeda tetap menjadi bagian penting dalam sistem transportasi Jakarta.
Menurut Budi, keputusan untuk mempertahankan jalur sepeda tersebut telah dibahas dan disepakati dalam rapat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: