PTS Terbaik versi QS World University Rankings 2027, BINUS Buka Jurusan AI di 6 Kampus

Sabtu 08-08-2026,01:04 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Menariknya, kemampuan memahami AI kini tidak lagi terbatas bagi calon programmer.

Praktisi hukum mulai memanfaatkan AI untuk membantu analisis dokumen, tenaga kesehatan menggunakannya sebagai pendukung diagnosis, perusahaan mengoptimalkan layanan pelanggan dengan AI, sementara industri kreatif memanfaatkannya dalam proses produksi konten.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi AI mulai berkembang menjadi kompetensi dasar yang dibutuhkan lintas disiplin ilmu.

Bagi orang tua, perubahan ini menjadi pengingat bahwa memilih perguruan tinggi bukan lagi sekadar memilih jurusan, tetapi memilih ekosistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan anak menghadapi profesi yang terus berkembang.

Pendidikan tinggi dituntut tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas disiplin, pengalaman industri, serta pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Indonesia sendiri berada pada momentum yang strategis.

Bonus demografi memberikan peluang besar untuk mencetak talenta produktif dalam jumlah yang besar, sementara perkembangan ekonomi digital membuka kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi AI.

Tantangannya adalah bagaimana dunia pendidikan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi yang dimiliki para lulusannya.

BACA JUGA:UPH Tumbangkan Binus di Laga Pembuka Campus League Basketball The Nationals 2026

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi.

"Keputusan untuk menghadirkan Program Artificial Intelligence di berbagai kampus BINUS merupakan bagian dari komitmen kami dalam semangat 'Fostering and Empowering the Society'. Kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Dr. Nelly.

BACA JUGA:Kampus Binus Anggrek Kebakaran, Asap Hitam Membumbung di Lantai Atas

Kurikulum Jurusan AI

BINUS University memandang bahwa pendidikan AI tidak cukup berfokus pada kemampuan teknis semata.

Karena itu, kurikulum Artificial Intelligence dirancang secara multidisiplin dengan mengkombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), dan robotics, sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai etika AI, komunikasi, serta aspek bisnis.

Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga memperoleh pengalaman melalui proyek nyata dan kolaborasi dengan industri agar memahami bagaimana AI diterapkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dunia kerja.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menilai bahwa cara pandang masyarakat terhadap AI perlu berubah.

Kategori :