Menurutnya, pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI.
"AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan kita hari ini. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya kemampuan menggunakan berbagai tools AI, tetapi juga kemampuan memahami cara kerjanya, mengevaluasi hasilnya, mengembangkan solusi berbasis AI, serta menerapkannya secara bertanggung jawab untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat maupun industri. Itulah mengapa pendidikan AI hari ini harus menggabungkan fondasi akademik yang kuat, pengalaman industri, dan pembelajaran lintas disiplin," jelas Prof. Derwin.
Di tengah perubahan ekonomi global yang semakin dipengaruhi oleh AI, investasi terbaik yang dapat dipersiapkan orang tua bagi anak bukan hanya memilih jurusan yang diminati hari ini, tetapi memastikan mereka memperoleh kompetensi yang akan tetap relevan di masa depan.
Melalui perluasan Program Artificial Intelligence di berbagai kampusnya, BINUS University berkomitmen membantu mencetak lebih banyak talenta AI Indonesia yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam membangun ekonomi digital nasional dan bersaing di tingkat global.