Harga Emas Dunia Turun ke Kisaran USD 4.300 per Ons, Perak dan Tembaga Justru Menguat

Senin 10-08-2026,13:55 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID - Usai konsisten menguat lebih dari 7 persen pada akhir pekan lalu, harga emas dunia terpantau turun ke kisaran USD 4.300 per ons. Emas sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu.

Dilansir dari data Trading Economics, harga emas menurun 0,26 persen ke level USD 4.332,01 dari posisi sebelumnya di USD 4.294,5.

Sebaliknya, harga perak meningkat 0,39 persen ke level USD 63,790 dari sebelumnya USD 63,672. Tembaga juga menguat 0,23 persen ke level USD 6,5857.

BACA JUGA:BEI dan OJK Resmi Luncurkan ETF Emas, Langkah Awal Perkuat Bullion Bank di Indonesia

“Perkembangan ini didukung oleh kontraksi yang tidak terduga di pasar tenaga kerja AS yang membuat para trader mengurangi ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat,” tulis data tersebut, Senin 10 Agustus 2026.

Kepala Analis Pasar di KCM Trade, Tim Waterer, menuturkan bahwa pelemahan emas turut dipengaruhi aksi ambil untung menyusul kenaikan kuat yang terinspirasi data Non-Farm Payrolls (NFP) minggu lalu. Tingkat suku bunga yang lebih rendah justru meningkatkan daya tarik emas terhadap aset-aset yang menghasilkan pendapatan, karena emas batangan tidak menghasilkan bunga.

“Ini terlihat seperti stabilisasi alami daripada perubahan sentimen yang berarti. Saya memperkirakan emas akan tetap didukung di atas level USD 4.300 dalam waktu dekat,” tutur Waterer.

Pasar kini memperkirakan sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, turun dari 67 persen seminggu sebelumnya. Emas diprediksi tetap mempertahankan kenaikannya meskipun harga minyak naik lebih tinggi, seiring ketidakpastian yang terus berlanjut atas upaya membuka Selat Hormuz.

Kategori :