BACA JUGA:BSI Perkuat Ekosistem Halal Global di HEI 2026 Melalui Solusi Finansial Terintegrasi
“Anak muda jangan hanya berpikir punya uang, tetapi mulai berpikir punya aset. Jangan menunggu kaya untuk mulai berinvestasi. Justru mulai dari sekarang, dari jumlah yang kecil, tetapi konsisten,” tegas Anggoro.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses generasi muda terhadap instrumen emas, BSI menghadirkan layanan Bank Emas (Bullion Bank) yang memungkinkan masyarakat memiliki emas secara lebih mudah dan terjangkau.
Melalui BYOND by BSI, nasabah dapat membeli emas fisik secara digital mulai dari Rp50 ribuan, melakukan jual emas dan transfer gramasi secara realtime 24/7, dengan harga yang kompetitif.
Nasabah juga memiliki pilihan untuk mencetak kepemilikan emas fisiknya, mulai dari 2 gram.
Menurut Anggoro, emas bukan sekadar instrumen investasi, tetapi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk berbagai tujuan kehidupan, mulai dari pendidikan, dana darurat, hingga persiapan ibadah haji.
Karena itu, literasi keuangan perlu ditanamkan sejak mahasiswa agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap mengelola hasil kerja dan membangun kekayaan secara sehat dan sesuai prinsip syariah.
“Small Choices Today, Bigger Possibilities Tomorrow. Mulai dari mengatur waktu, mengatur pengeluaran, menyisihkan uang, lalu mengubahnya menjadi aset. Masa depan tidak dibangun nanti ketika kita sudah sukses. Masa depan dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang kita ambil hari ini,” tutup Anggoro.