Adapun PT Pertamina Geothermal Energy mencatatkan pertumbuhan laba 15,5 persen menjadi 79,61 juta dolar AS, memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi bersih.
Yang tak kalah penting, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi berhasil membalikkan keadaan. PT Krakatau Steel berhasil keluar dari kerugian sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. Hal serupa terjadi pada PT Kimia Farma, yang berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.
Kedua turnaround ini dinilai penting secara simbolis, mengingat keduanya kerap dianggap sebagai representasi persoalan struktural yang membelit BUMN selama bertahun-tahun.
Rangkaian capaian tersebut memberikan modal ekonomi yang kuat menjelang tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah dinilai memiliki bukti konkret bahwa reformasi struktural terhadap BUMN, mulai dari konsolidasi ratusan entitas di bawah satu payung Danantara hingga penegakan disiplin operasional dan tata kelola, bukan sekadar wacana, melainkan kebijakan yang telah menunjukkan hasil terukur.