Kinerja BUMN Positif, Pakar: Streamlining Danantara Perlu Dipercepat

Rabu 12-08-2026,12:09 WIB
Reporter: Dimas Rafi |
Kinerja BUMN Positif, Pakar: Streamlining Danantara Perlu Dipercepat

Gedung Danantara Indonesia di Jakarta-ist-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kinerja positif sejumlah BUMN sepanjang semester pertama tahun ini menjadi salah satu prestasi yang paling disorot dari pemerintahan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.

Program konsolidasi dan transformasi BUMN yang dijalankan Danantara sejak awal pembentukannya mulai menunjukkan hasil konkret. Hal ini tercermin dari lonjakan laba bersih di hampir seluruh sektor strategis BUMN.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menyampaikan bahwa kinerja positif terlihat pada BUMN papan atas yang menunjukkan kinerja stabil.

BACA JUGA:Dirut BSI Tantang Anak Muda: Jangan Habiskan Masa Muda, Own Your Future!

“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina,” jelas Toto di Jakarta pada Selasa 11 Agustus 2026.

Menurutnya, kinerja BUMN di bawah Danantara masih sangat berpotensi semakin meroket seiring langkah streamlining yang mendorong efisiensi jumlah perusahaan negara.

Toto menilai perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara.

“Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” kata dia.

Berdasarkan laporan keuangan Semester I 2026 yang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, PT Timah mencatatkan pertumbuhan laba paling dramatis di antara BUMN lainnya. Perusahaan tambang pelat merah ini membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, melonjak 804,7 persen dari sebelumnya hanya Rp300 miliar.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan yang sempat diragukan kinerjanya kini bangkit di bawah arahan transformasi Danantara.

Tak kalah signifikan, PT Pupuk Indonesia mencatatkan kinerja gemilang dengan laba bersih Rp8,51 triliun, tumbuh 253 persen dibandingkan Rp2,41 triliun pada semester I 2025.

BACA JUGA:Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Rp100 Juta Skema Cicilan 1-5 Tahun, Cek Syarat dan Cara Pengajuan

Di sektor semen, PT Semen Indonesia mencatat kenaikan laba 196,5 persen, dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar. PT Agrinas Palma Nusantara tumbuh 150 persen dengan laba mencapai Rp890 miliar.

Pertumbuhan solid juga terlihat di sektor jasa keuangan dan logistik. PT Pegadaian membukukan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun, disusul PT Pelindo yang tumbuh 60,4 persen menjadi Rp2,57 triliun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: