BACA JUGA:Daftar Wilayah yang Sempat Berstatus Siaga Tsunami 0,5-3 Meter Imbas Gempa NTT M7,7
Tidak hanya kemampuan bela diri yang berkembang. Menurut Maysaroh, Citra juga menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
“Citra cepat sekali menghafal. Dia mau tahu segala hal dan mau belajar. Semangat belajarnya tinggi,” ujar Maysaroh.
Perubahan itu juga terlihat dari kondisi fisiknya.
Saat mengunjungi rumah Citra, Maysaroh melihat kondisi keluarga yang masih sangat terbatas.
Setelah tinggal dan belajar di Sekolah Rakyat, Citra mendapatkan makanan bergizi secara teratur, yakni tiga kali makan dan dua kali snack setiap hari.
“Yang pertama, ibunya melihat dari bentuk badannya sudah berisi.
BACA JUGA:Kondisi Terkini Gempa NTT M7,7 Terasa hingga Ruteng dan Manggarai, Peringatan Dini Tsunami Dicabut
Sebelumnya dia sangat kurus. Di Sekolah Rakyat dia makan tiga kali sehari dan dapat dua kali snack,” tutur Maysaroh.
Bagi Citra, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat untuk kembali belajar.
Di sana ia mendapatkan ruang untuk bermimpi dan mengembangkan kemampuan yang sebelumnya belum sempat ia kenali.
Kini, ia memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan.
Ia ingin terus belajar, berprestasi, dan suatu hari mengenakan sabuk hitam karate.
Maysaroh melihat semangat itu sebagai kekuatan terbesar Citra. “Semangatnya sangat tinggi. Dia sangat ingin menggapai cita-citanya karena dia ingin memperbaiki derajat keluarganya,” kata Maysaroh.
Citra juga ingin melihat ibunya memiliki kehidupan yang lebih baik.
BACA JUGA:Prabowo: Kekayaan Indonesia Harus Diubah Menjadi Kekuatan untuk Rakyat