Kondisi tersebut membuat Citra berada pada titik hampir meninggalkan bangku sekolah. Namun, keadaan berubah ketika ia diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.
Di Sekolah Rakyat, Citra tidak hanya kembali mendapatkan kesempatan belajar.
Ia juga memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.
Kesehariannya kini dimulai sejak subuh.
BACA JUGA:Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Dokter Bisa Terbang ke Daerah Sulit Dijangkau
Ia menjalankan ibadah, sarapan, kemudian mengikuti kegiatan pembelajaran dan berbagai aktivitas di sekolah.
“Bangun subuh, sholat. Makan pagi. Belajar,” kata Citra menggambarkan rutinitasnya.
Pelajaran yang paling disukainya adalah matematika.
Selain kegiatan akademik, Citra juga menemukan minat baru melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya karate.
Maysaroh mengatakan, bakat Citra di bidang olahraga bela diri mulai terlihat setelah ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat.
“Bakat siswa dikembangkan melalui ekskul-ekskul. Banyak ekskulnya di Sekolah Rakyat kami. Salah satunya karate,” ujarnya.
Dengan sabuk kuning yang melingkar di pinggangnya, Citra mulai menapaki jalan menuju prestasi di cabang karate. Citra berhasil meraih Juara II tingkat Kabupaten Pangkep.
“Senang banget,” kata Citra saat ditanya perasaannya setelah meraih prestasi tersebut.
Bagi Maysaroh, prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki potensi besar apabila memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat.
“Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah mampu berinteraksi dengan baik dan memperlihatkan bakatnya di bidang karate hingga berprestasi,” katanya.